Hadis 146


من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب.

“Siapa senantiasa beristighfar, maka Allah memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesempitan, kegembiraan dari setiap kesusahan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibn Majah, al-Nasa’i dalam A’mal al-Yawm, al- Hakim, Abu Nu’aym, al-Bayhaqi, al-Tabarani dalam al-Kabir dan al-Du‘a’, Ibn Sinni dalam ‘Amal al-Yawm, Ibn Abi al-Dunya dalam al-Faraj ba‘d al-Shiddah dan lain-lain semuanya melalui al-Hakam bin Mus‘ab dari Muhammad bin ‘Ali bin ‘Abd Allah bin ‘Abbas dari bapaknya dari kakeknya.398

Hukum Hadis: Da’if.

Hadis ini dinilai sahih al-isnad oleh al-Hakim. Akan tetapi al-Dhahabi menolaknya, karena pada sanad-nya terdapat al-Hakam, yaitu perawi yang tidak dikenali. al-Suyuti juga telah menilainya sahih, tetapi ditolak oleh al-Munawi dengan alasan sama seperti yang disebutkan al- Dhahabi. Abu Nu’aym mengatakan hadis ini gharib, sebab ia telah diriwayatkan oleh al-Hakam dari Muhammad bin ‘Ali, dan al-Hakam telah bersendirian dalam periwayatan ini.399

al-Hakam bin Su‘ayb menurut Abu Hatim tidak dikenali. Demikian pula menurut pendapat al-Dhahabi dan Ibn Hajar. Sedangkan Ibn Hibban telah memasukkannya dalam kitab al-Thiqat dan juga dalam kitab al-Majruhin.400 hadis ini dinilai lemah oleh Abu Nu’aym, al- Dhahabi, al-‘Iraqi dan al-Munawi, karena ada seorang perawi yang tidak dikenali.401


  • 398 Abu Dawud, Sunan, Kitab al-Salah, Bab al-Istighfar, h.n. 1518; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Adab, Bab fi al-Istighfar, h.n. 3819; al-Nasa’i, ‘Amal al-Yawm wa al-Laylah, hlm 330; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al- Tawbah, Bab Fadilah al-Istighfar, jil. 4, hlm. 262; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 3, hlm. 211; al-Tabarani, al- Du’a’, jil. 3, hlm. 1598-1599, h.n. 1774; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 10, hlm. 281, h.n. 10663; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Awsat., jil. 2, hlm. 20; Ibn Sinni, ‘Amal al-Yawm wa al-Laylah, hlm. 364; al-Bayhaqi, Sunan, Kitab Salah al-Istisqa’, Bab Ma Yustahabb min Kathr al-Istighfar, jil. 3, hlm. 351; ‘Abd Allah bin Muhammad bin ‘Ubayd bin Abi al-Dunya, al-Faraj ba‘d al-Shiddah, Tahqiq Mustafa ‘Abd al-Qadir ‘Ata’, Mu’assasah al-Kutub al- Thaqafiyyah, Bayrut, 1993, hlm. 16.
  • 399 al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Tawbah, Bab Fadilah al-Istighfar, jil. 4, hlm. 262; al-Dhahabi, al- Talkhis, jil. 4, hlm. 262; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 3, hlm. 211; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 501; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 82.
  • 400 al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 3, hlm. 128; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 249; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 580; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 176.
  • 401 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 3, hlm. 211; al-Dhahabi, al-Talkhis, jil. 4, hlm. 262; al-‘Iraqi, al- Mughni, jil. 1, hlm. 405; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 82.