تجيء الأعمال يوم القيامة لتحج لصاحبها وتشفع، فتجيء الصلاة وتقول: يارب أنا الصلاة. فيقول الله: إنك على خير. فتجيء الصدقة فتقول: يارب أنا الصدقة. فيقول الله: إنك على خير. فيجيء الصيام فيقول: يارب أنا الصيام. فيقول الله تعالى: جئتم على خير، ثم يجيء الإسلام فيقول الإسلام: وأنت السلام، فيقول الله تعالى: جئت على خير وبك آخذ وبك أعطي.
“Pada hari Kiamat amal-amal akan datang membela pelakunya dan memberi shafaat. Shalat datang, lalu berkata: “Ya Tuhanku, akulah shalat.” Maka Allah berfirman: “Sesungguhnya engkau baik-baik saja.” Lalu datang sedekah seraya berkata: “Ya Tuhanku, akulah sedekah.” Maka Allah berfirman: “Sesungguhnya engkau pun baik-baik saja.” Lalu datanglah puasa seraya berkata: “Ya Tuhanku, akulah puasa.” Maka Allah berfirman: “Kalian datang baik-baik saja.” Selanjutnya datanglah Islam, lalu berkatalah Islam itu: “Dan Engkau Yang Maha Sejahtera.” Maka Allah pun berfirman: “Engkau datang dalam keadaan baik-baik. Denganmu Aku mengambil dan denganmu Aku memberi.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dari Abu Hurayrah melalui ‘Ubbad bin Rashid. al-Haythami mengisyaratkan bahwa hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Awsat.366
Hukum Hadis: Hasan.
al-Haythami mengatakan bahwa pada sanad Ahmad terdapat ‘Ubbad bin Rashid, yang dinilai thiqah oleh Abu Hatim. Akan tetapi beberapa ulama lainnya menilai da’if. Selain ‘Ubbad, perawi dalam sanad Ahmad adalah perawi-perawi sahih.367
Setelah melihat biografi ‘Ubbad, ternyata beliau termasuk perawi yang hadisnya diriwayatkan oleh al-Bukhari, dengan digabungkan bersama perawi lain. Selain itu, diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, al-Nasa’i dan Ibn Majah, meskipun al-Bukhari sendiri memasukkan nama ‘Ubbad dalam kitab al-Du’afa’. Ahmad menyatakan bahwa ia thiqah dan salih. al-Dhahabi berpendapat ia saduq. Sedangkan Ibn Hajar berkata bahwa ia saduq, akan tetapi mempunyai beberapa kesalahan. Karena itulah, Penulis menilai hadis ini dengan hasan.368
- 366 Ahmad, Musnad, jil. 2, hlm. 362; Abu Ya’la, Musnad, jil. 11, hlm. 104-105, h.n. 6231; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 345.
- 367 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 345.
- 368 Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, al-Du’afa’, Dar ‘Alam al-Kutub, Bayrut, 1984, hlm. 152; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 290; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 365.