إن الله يحشر مساجد الدنيا يوم القيامة كأنها بخت ينض قوائمها من العنبر وأعناقها من الزعفران ورؤوسها من المسك وآذانها من الزبرجد والمؤذنون يقودونها والأئمة يسوقونها فيمرون في عرصات يوم القيامة كالبرق الخاطف. فيقول أهل القيامة: أهؤلاء من الملائكة المقربين أم من الأنبياء والمرسلين؟ فينادى لا بل هؤلاء من أمة محمد صلى الله وسلم يحفظون الصلوات بالجماعة.
“Sesungguhnya Allah menghimpun masjid-masjid di dunia pada hari Kiamat. Seolah- olah mereka adalah unta putih. Kaki-kakinya dari Ambar. Lehernya dari Za‘faran. Kepalanya dari Kasturi dan telinga-telinganya dari Zabarjad hijau. Sedang para mu’adhdhin menuntun mereka dan para imam menggiring mereka. Mereka lewat di pelataran hari Kiamat bagaikan kilat yang menyambar. Maka berkatalah orang-orang yang mengalami Kiamat itu: “Apakah mereka golongan malaikat yang didekatkan ataukah golongan para nabi dan utusan Tuhan?” Maka, diserukanlah: “Tidak! Tetapi mereka itu golongan umat Muhammad yang memelihara shalat berjamaah.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini disebutkan oleh al-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghafilin tanpa menyebutkan sanad.312 Penulis belum menemukan sanad hadis ini dalam semua kitab rujukan yang ada, termasuk kitab-kitab yang khusus mengulas kehidupan di akhirat, seperti kitab al-Ba‘ath wa al- Nushur karangan al-Bayhaqi, al-Tadhkirah karangan al-Qurtubi, al-Nihayah karangan Ibn Kathir, al-Budur al-Safirah karangan al-Suyuti dan beberapa kitab lainnya.
Hukum Hadis:
Hukum hadis ini belum dapat dipastikan, sebab al-Samarqandi adalah ulama yang cukup dihormati kepakarannya meskipun riwayat hadisnya tidak pernah Penulis jumpai dalam kitab- kitab hadis. Meskipun tidak pasti, hadis ini lebih mendekati palsu.
- 312 al-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, hlm. 305, h.n. 434.