Hadis 89


ما من أحد يأتيه الضيف فيكرمه بما وجد من الطعام إلا فتح الله له بابا في الجنة. ومن عمر خرابا وجبت له الجنة، ومن منع الطعام عن الجائع منع الله فضله عنه يوم القيامة وعذبه في النار، ومن أطعم جائعا لوجه الله وجبت له الجنة.

“Tidak seorang pun yang didatangi tamu, lalu ia memuliakan tamu itu dengan makanan yang ada, melainkan Allah membukakan untuknya sebuah pintu di surga. Dan siapa meramaikan bangunan kosong, yakni mengenyangkan orang yang lapar, maka pastilah ia mendapat surga. Dan siapa mencegah makanan dari orang yang lapar, maka Allah mencegah karunia-Nya darinya pada hari Kiamat, dan mengazabnya di neraka. Dan siapa memberi makan orang lapar demi keridaan Allah, maka pastilah ia mendapat surga.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafaz ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Daqa’iq al-Akhbar.267 Namun makna beberapa potongan redaksinya ditemukan dalam riwayat lain dengan lafaz yang berbeda.

Potongan ketiga diriwayatkan oleh Ahmad dari Ibn ‘Umar dengan lafaz: أو ماء فضل منع من

.268 كلاء منعه الله فضله يوم القيامة

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu dengan lafaz ini.

al-Suyuti menilai hadis Ahmad sahih dan hadis Abu Nu’aym da’if.270 Sedangkan hadis yang disebutkan oleh al-Khubawi adalah palsu, sebab hanya beberapa potongan redaksinya saja yang ditemukan. Selain itu, hadis ini juga dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar.


  • 267 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 28.
  • 268 Ahmad, Musnad, jil. 2, hlm. 178.
  • 269 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 8, hlm. 134.
  • 270 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 560 dan 496.