ال خري لعبد ال يذب ماله وال يسقم جسمه، إن هللا تعاىل إذا أحب عبدا ابتاله، وإذا ابتاله صربه
“Tidak baik bagi seorang hamba Allah yang tidak pernah kehilangan hartanya maupun sakit
badannya. Karena sesungguhnya, apabila Allah Ta’ala mencintai seorang hamba-Nya, maka Dia
mengujinya. Sedang apabila Allah mengujinya, maka ia bersabar.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini, seperti yang dikutip oleh al-‘Iraqi, diriwayatkan oleh Ibn Abi al-Dunya dalam
al-Mard wa al-Kaffarah dari Abu Sa’id.1373
Hukum Hadis: Da’if
al-‘Iraqi mengatakan bahwa sanad Ibn Abi al-Dunya lemah (layyin).1374 hadis ini seperti
yang dikatakan al-Zabidi mempunyai beberapa shawahid. Bagian pertamanya diriwayatkan oleh
Ibn Sa’ad dari ‘Abd Allah bin ‘Ubayd secara mursal dengan redaksi,
ال خري يف مال ال يزر ع منه وجسد ال ينال منه
Hadis ini da’if, karena ia mursal dan al-Suyuti menghukuminya da’if. al-Munawi tidak
memberikan pendapatnya.1375 Shahid untuk bagian selanjutnya adalah hadis yang diriwayatkan
oleh al-Tirmidhi bin Majah dan lainnya yang telah disebutkan pada hadis ke 578. Redaksinya,
إن عظم اجلزاء مع عظم البالء، وإن هللا إذا أحب قوما ابتالهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط .
Hadis ini dihukumi da’if seperti yang telah dibahas.1376 Karena shawahid-nya tidak kuat,
jadi hadis ini tetap da’if.
- 1373 al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 4, hlm. 163.
- 1374 Ibid.
- 1375 al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin, jil. 9, hlm. 142; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 644; alMunawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 426.
- 1376 Lihat pembahasan Hadis ke 578, hlm. 494-495 (500-501).