أن أعرابيا جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله أقريب ربنا فنناجيه أم بعيد فنناديه؟ فنزلت هذه الآية “وإذا سألك عبادي عني فإني قريب216”
“Bahwasanya seorang a‘rabi (pedalaman) datang pada Nabi, lalu ia berkata: “Ya Rasulallah, apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kita bisa memanggilnya dengan berbisik-bisik, ataukah Dia jauh, sehingga kita harus menyeru-Nya?” Maka turunlah ayat: “Jika hamba-Ku bertanya tentang-Ku, maka sesungguhnya Aku dekat.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabari dalam Tafsir-nya dari Ibn Humayd dari Jarir dari ‘Abdah al-Sajastani dari al-Salat bin al-Hakim dari bapaknya, dari kakeknya. al-Suyuti dalam al- Durr al-Manthur menyebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabari, al-Baghawi dalam Mu’jam-nya, Ibn Abi Hatim, Abu al-Shaykh dan Ibn Mardiwayh. Semuanya melalui al-Salat bin al-Hakim dari seorang Ansar dari bapaknya, dari kakeknya.217
Hukum Hadis: Da’if.
Menurut Penulis, sanad hadis ini da’if, sebab terdapat beberapa perawi yang tidak dikenali, yaitu seorang dari Ansar, bapaknya dan kakeknya.
Pada sanad Ibn Jarir, secara lahirnya tidak ada yang tidak dikenali. Tetapi sanad ini lemah, karena riwayatnya melalui Muhammad bin Humayd al-Razi. Menurut banyak ulama, seperti al- Bukhari dan al-Nasa’i, beliau lemah, bahkan telah dituduh pendusta oleh beberapa ulama yang lain. Di samping itu, dalam kutub al-rijal ditemukan al-Salat tidak meriwayatkan hadis dari bapaknya, dari kakeknya. Ini menguatkan alasan bahwa riwayat al-Tabari itu salah.218
- 216 al-Qur’an, al-Baqarah 2: 186.
- 217 Muhammad bin Jarir al-Tabari, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, Matba’ah Mustafa al-Babi al-Halabi, Misr,1954, jil. 2, hlm. 158; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 1, hlm. 352.
- 218 Lihat biografi Muhammad bin Humayd dalam al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, jil. 25, hlm. 97-102. dan biografi al-Salat bin al-Hakim dalam ‘Abd al-Rahman bin Muhammad bin Abi Hatim al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, Matba’ah Da’irat al-Ma’arif al-‘Uthmaniyyah, al-Hind, 1953, jil. 4, hlm. 441.