Hadis 52


موت العالم موت العالم.

“Matinya orang alim adalah matinya alam.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafaz seperti ini tidak dapat ditemukan perawinya. al-‘Ajluni ketika men- takhrij hadis ini dalam kitab Kashf al-Khafa’ mengatakan bahwa hadis yang mirip dengan hadis ini telah diriwayatkan oleh al-Tabarani dari Abu al-Darda’ dengan lafaz:

موت العالم مصيبة لاتجبر وثملة لاتسد وهو نجم طمس، وموت قبيلة أيسر من موت عالم

“Matinya seorang alim adalah musibah yang tak tergantikan dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama itu ibarat bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih ringan dari pada meninggalnya seorang alim.”192
Hadis ini menurut al-Zabidi mempunyai beberapa shahid, antara lain, yang diriwayatkan oleh al-Zubayr bin Bikar dengan redaksi sebagai berikut:

إذا مات العالم أثلم في الإسلام ثلمة لايسدها شيئ إلى يوم القيامة

“Jika ada satu orang alim meninggal, maka terjadi kebocoran dalam Islam yang tidak bisa ditambal sampai hari Kiamat.”
Sedangkan riwayat al-Daylami dari Ibn ‘Umar dengan lafaz sebagai berikut:

ما قبض عالما إلا كان ثغرة في الإسلام لا تسد

“Allah tidak mencabut (nyawa) seorang alim, kecuali akan terjadi kebocoran dalam Islam yang tidak bisa ditambal.”
Sementara redaksi yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi adalah sebagai berikut:

موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابد193

“Wafatnya seorang alim lebih dicintai oleh Iblis dari pada meninggalnya 70 ahli ibadah.”

Hukum Hadis: Da’if.

Sekalipun hadis ini mempunyai shawahid, tetapi ia tidak dapat menaikkan hadis ini menjadi sahih. Shawahid yang disebutkan oleh ulama, hanya sebagai dalil bahwa hadis ini mempunyai asal, yang berarti tidak boleh dinilai sebagai hadis palsu.


  • 192 al-‘Ajluni, Kashf al-Khafa’, jil. 2, hlm. 289, h.n. 2664.
  • 193 al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin, jil. 1, hlm. 73.