نوم العالم خير من عبادة الجاهل.
“Tidurnya orang alim lebih baik dari ibadahnya orang bodoh.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aym dan al-Daylami. Keduanya melalui Abu al- Bahturi dari Salman al-Farisi dengan lafaz: “Tidur berlandaskan ilmu lebih baik dari shalat berlandaskan kebodohan.”180
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini disebutkan oleh al-Ghazali dalam al-Ihya’. al-‘Iraqi yang men-takhrij hadis- hadis al-Ihya’ mengatakan bahwa yang diketahui adalah hadis الصائم bukan العالم. Begitu pula yang dikatakan oleh ‘Ali al-Qari dalam al-Asrar al-Marfu’ah.181
al-Suyuti dalam al-Jami’ al-Saghir menilai hadis Abu Nu’aym dan al-Daylami di atas sebagai hadis da’if. Tetapi al-Munawi mengingatkan, dalam sanad Abu Nu’aym dan al-Daylami terdapat Abu al-Bahturi yang menurut al-Dhahabi perekayasa dan pendusta. Maka hadis ini adalah palsu, meskipun mempunyai makna yang benar seperti yang diterangkan oleh ‘Ali al-Qari dalam kitabnya tersebut di atas, karena banyak hadis yang maknanya sahih, tetapi hadis itu palsu atau bukan sabda Rasulullah Saw.182
- 180 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 4, hlm. 385; al-Daylami, Firdaws, jil. 4, h.n. 6732.
- 181 Maksudnya redaksi Hadis yang dikenali oleh para ahli Hadis adalah الجاهل عبادة من خير الصائم نوم bukan الجاهل عبادة من خير العالم نوم Dengan arti lain bahwa Hadis ini tidak mempunyai asal. Lihat ‘Abd al-Rahim bin al-Husayn al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an Haml al-Asfar fi al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ihya’ min al-Akhbar, Mu’assasah al-Halabi wa Shurakah li al-Nashr wa al-Tawzi‘, al-Qahirah, 1967, jil. 1, hlm. 304; Muhammad al-Haddad, Takhrij Ahadith Ihya’, jil. 2, hlm. 869, h.n. 1130.
- 182 Muhammad bin Muhammad Abu Hamid al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din, Mu’assasah al-Halabi wa Shurakah li al-Nashr wa al-Tawzi‘, al-Qahirah, 1967, jil. 1, hlm. 304; al-Qari, al-Asrar al-Marfu’ah, hlm. 374; al- Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 291, h.n. 9294.