Hadis 568


يقول هللا تبارك تعاىل: من شغله القرآن عن ذكري ومسأليت أعطيته أفضل ما أعطى السائلني، وفضل كالم هللا على سائر الكالم كفضل هللا على خلقه.

“Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, ‘Siapa disibukkan oleh al-Qur’an dari
mengingat-Ku dan meminta pada-Ku, maka Aku beri ia sebaik-baik yang Aku berikan kepada
mereka yang meminta. Sedang keutamaan kalam Allah atas semua perkataan yang lain, adalah
seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan redaksi ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dan al-Darimi. Keduanya melalui
Muhammad bin al-Hasan bin Abi Yazid al-Hamdani dari ‘Amru bin Qays dari ‘Atiyyah dari Abu
Sa’id dengan sedikit perbedaan redaksi. Dalam redaksi al-Tirmidhi,

من شغله القرآن وذكري عن مسأليت أعطيته أفضل ما أعطى السائلني

Sedangkan dalam redaksi al-Darimi,

 من شغله قراءة القرآن عن مسأليت وذكري أعطيته أفضل ما أعطى السائلني1344

Hadis ini dengan redaksi yang hampir sama disebutkan oleh al-Razi dalam al-‘Ilal dari
Abu Sa’id dengan redaksi,

من شغله قراءة القرآن عن دعائي ومسأليت أعطيته أفضل ثواب السائلني1345

al-Ghazali menyebutkannya dalam al-Ihya’ juga dari Abu Sa’id dengan redaksi,

من شغله قراءة القرآن عن دعائي ومسأليت أعطيته أفضل ثواب الشاكرين

al-‘Iraqi mengatakan bahwa hadis dengan redaksi ini diriwayatkan oleh Ibn Shahin. Sebelumnya
beliau menyebutkan riwayat al-Tirmidhi seperti yang disebutkan di atas.1346
Hadis yang serupa diriwayatkan juga oleh al-Bukhari dalam Khalq Af’al al-‘Ibad dan alBayhaqi dalam al-Shu’ab. Keduanya dari ‘Umar dengan redaksi,

من شغله ذكري عن مسأليت أعطيته أفضل ما أعطى السائلني

Abu Nu’aym meriwayatkannya dari Khudhayfah melalui Abu Muslim ‘Abd al-Rahman bin
Waqid dengan redaksi,

من شغله عن ذكري عن مسأليت أعطيته قيل أن يسألين

al-Bayhaqi juga meriwayatkannya dalam al-Shu’ab dari Jabir dengan redaksi sama dengan hadis‘Umar.1347

Hukum Hadis: Hasan li-ghayrih.

Dalam sanad al-Tirmidhi dan al-Darimi terdapat dua perawi yang dikritik, yaitu
Muhammad bin al-Hasan dan ‘Atiyyah. Muhammad bin al-Hasan al-Hamdani menurut pendapat
Ibn Ma’in tidak thiqah (lam yakun thiqah). Dalam riwayat lain dikatakan ia berbohong (kan
yakdhib). Ahmad berkata ma arah yaswi shay’an. al-Nasa’i menilainya matruk (ditinggalkan).
Abu Dawud menyatakan ia da’if. Dalam pendapatnya yang lain berdusta (yakdhib). Menurut
pendapat Abu Hatim ia tidak kuat (lays bi qawiy). Ibn Hibban berkata ia meriwayatkan hadis
munkar dan hadis-hadis mu’dal dari perawi thiqah. Ibn Hajar menyimpulkannya da’if. Sedangkan
‘Atiyyah yaitu Ibn Sa’ad al-‘Awfi. Menurut Abu Hatim ia hadisnya ditulis, tapi da’if. Ibn Ma’in
berkata salih. Menurut pendapat Ahmad, ia da’if al-hadith. al-Nasa’i dan beberapa ulama lain
menilainya da’if. Ibn Hibban berkata tidak dihalalkan ber-hujjah dengan riwayatnya. Tidak juga diperbolehkan menuliskan Hadisnya, kecuali karena terheran (li al-ta‘ajjub). Ibn Hajar
menyimpulkannya sebagai saduq, tetapi banyak salahnya, penganut Shi’ah dan mudallis.1348

al-Tirmidhi menghukumi hadis riwayatnya dengan hasan gharib.1349 Pendapat Penulis,
sanad al-Tirmidhi sangat da’if, tetapi hadis ini mempunyai beberapa shawahid dan mutaba’ah.
Antara lain mutaba’ah-nya riwayat Muhammad bin Hasan, telah diikuti oleh al-Hakam
bin Bashir dan Ibn Humayr, seperti yang dikatakan oleh Ibn Hibban. Maka beliau (Muhammad
bin Hasan) telah terlepas dari tuduhan memalsukan hadis ini, karena beliau tidak menyendiri
dalam meriwayatkan. Sekarang tinggallah ‘Atiyyah al-‘Awfi. Ia da’if seperti yang telah
dijelaskan di atas. Karena itu, al-Albani men-da’if-kan hadis ini dengan sebab ‘Atiyyah.1350

Menurut Penulis, riwayat dari Ibn ‘Umar yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab dan
al-Bayhaqi dalam al-Shu’ab, juga riwayat dari Jabir yang diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam alShu’ab, meskipun dalam semua sanadnya terdapat perawi yang dikritik, namun masih dapat
dijadikan penguat riwayat al-Tirmidhi dan al-Darimi ini, sehingga bisa dihukumi hasan lighayrih.
Ibn al-Jawzi yang kemudian diikuti oleh Ibn al-Qaysarani menghukumi hadis ini palsu, namun
ditolak oleh ulama-ulama hadis lainnya. Ibn Hajar, seperti yang dikutip oleh al-Suyuti,
menghukuminya hasan.1351


  • 1344 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab Fada’il al-Qur’an, Bab (tanpa judul, no. 24), h.n. 2926; al-Darimi, Sunan, Kitab
    Fada’il al-Qur’an, Bab Fadl al-Kalam ‘ala Sa’ir al-Kalam.
  • 1345 al-Razi, al-‘Ilal, jil. 2, hlm. 82, h.n. 1738.
  • 1346 al-Ghazali, al-Ihya’, jil. 1, hlm. 356; al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 1, hlm. 356.
  • 1347 Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Khalq Af’al al-‘Ibad wa Radd ‘ala al-Jahamiyyah wa Ashab al-Ta‘til,Mu’assasah al-Risalah, Bayrut, 1990, hlm. 105; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’ , jil. 7, hlm. 313; al-Bayhaqi, Shu’abal-Iman, jil. 1, hlm. 413-414, h.n. 572-573.
  • 1348 Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 2, hlm. 276-277; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 3, hlm. 514-515; Ibn Hajar,Taqrib al-Tahdhib, hlm. 474; dan biografi ‘Atiyyah dalam Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 2, hlm. 176-177; al-Dhahabi,Mizan al-I’tidal, jil. 3, hlm. 79-80; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 393.
  • 1349 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab Fada’il al-Qur’an, Bab (tanpa judul, no. 24), h.n. 2926.
  • 1350 Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 2, hlm. 276-277; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 3, hlm. 506-509, h.n. 1335.
  • 1351 Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 3, hlm. 165-166; al-Suyuti, al-La’ali, jil. 2, hlm. 342-343.