مسعت ليلة أسرى يب احلق يقول: اي حممد مر أمتك أن يكرموا ثالثة: الوالد والعامل وحامل القرآن. اي حممد حذرهم من أن يغضبوهم، فإن غضيب يشتد على من يغضبهم. اي حممد أهل القرآن هم أهلي جعلتهم عندكم يف الدنيا إكراما ألهلها، ولوال القرآن حمفوظ يف صدورهم هللكت الدنيا ومن عليها، اي حممد محلة القرآن ال يعذبون وال حياسبون يوم القيامة، اي حممد حامل القرآن إذا مات تبكي عليه مساوايت وأراضي ومالئكيت، اي حممد إن اجلنة تشتاق إىل ثالثة: أنت، وصاحبيك أيب بكر وعمر، وحامل القرآن.
“Pada malam diisra’kan, aku mendengar Allah berfirman, ‘Wahai Muhammad, suruhlah umatmu
memuliakan tiga orang; orang tua, orang alim dan penghafal al-Qur’an. Wahai Muhammad,
peringatkan mereka, jangan sampai membuat marah orang-orang itu atau meremehkan mereka,
karena sesungguhnya Aku sangat murka terhadap orang yang membuat mereka marah. Wahai
Muhammad, ahli al-Qur’an adalah keluarga-Ku. Aku letakkan mereka ada di sisimu di dunia ini,
sebagai penghormatan kepada penghuninya. Dan sekiranya al-Qur’an itu tidak terpelihara dalam
hati mereka, niscaya dunia dan seisinya ini telah binasa. Wahai Muhammad, para penghafal alQur’an takkan disiksa dan takkan dihisab pada Hari Kiamat. Wahai Muhammad, apabila seorang
penghafal al-Qur’an meninggal dunia, maka ia ditangisi oleh seluruh langit-Ku, bumi-Ku dan para
malaikat-Ku. Wahai Muhammad, sesungguhnya surga itu rindu kepada tiga orang: Engkau
sendiri, dua sahabatmu, Abu Bakar dan ‘Umar dan penghafal al-Qur’an.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zubdah
al-Wa’izin.1338
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini dihukumi palsu, karena beberapa sebab. Pertama, ia tidak ditemukan dalam
kitab-kitab yang mu’tabar. Kedua, ia dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar. Ketiga, seperti yang
dikutip oleh al-Bayhaqi, banyak sekali hadis-hadis palsu mengenai Isra’ dan Mi’raj. Beliau telah
membuat daftar hadis-hadis yang Sahih dan da’if serta memberikan beberapa contoh yang palsu.
Namun demikian, hadis ini tetap tidak ditemukan. Karena itu, dapat dipastikan hadis ini termasuk
palsu, yang tidak disebutkan oleh al-Bayhaqi sebab beliau hanya menyebutkan beberapa hadis
saja sebagai contoh.1339
- 1338 Ibid.
- 1339 Lih. al-Bayhaqi, Dala’il al-Nubuwwah, jil. 2, hlm. 364-405.