Hadis 17


إذا كان أول ليلة من رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن وغلقت أبواب النيران ولم يفتح باب منها، وفتحت أبواب الجنان ولم يغلق باب منها، ويقول الله تعالى في كل ليلة من رمضان ثلاث مرات: هل من سائل فأعطيه سؤاله؟ هل من تائب فأتوب عليه، هل من مستغفر فأغفر له؟ ويعتق الله بكل يوم من رمضان ألف ألف عتيق من النار قد استوجب العذاب، وإذا كان يوم الجمعة يعتق في كل ساعة ألف ألف عتيق من النار، فإذا كان آخر يوم من رمضان يعتق بعدد من أعتق من أول الشهر.

“Apabila tiba malam pertama bulan Ramadan, maka setan-setan dan jin-jin Marid diikat, sedang pintu-pintu neraka ditutup. Tidak ada satu pintu pun di antaranya yang dibuka. Dan pintu-pintu surgapun dibuka. Tidak ada satu pintu pun di antaranya yang ditutup. Sedang Allah pada malam hari setiap bulan Ramadan, berfirman tiga kali: “Apakah ada orang yang meminta, maka akan aku beri permintaannya? Apakah ada orang yang bertaubat, maka akan aku terima tuabatnya? Apakah ada orang yang memohon ampunan, maka akan aku ampuni ia?” Dan Allah membebaskan pada setiap hari bulan Ramadan sejuta tawanan dari neraka, yang seharusnya diazab. Dan apabila tiba Hari Jum’at, maka Allah membebaskan setiap jam sejuta tawanan dari neraka. Dan apabila tiba hari terakhir dari bulan Ramadan, maka Allah akan membebaskan sebanyak orang yang dibebaskan sejak awal Ramadan.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafaz lengkap seperti ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam al-Shu’ab dari Ibn Mas’ud dengan sedikit perbedaan lafaz. Dalam lafaz al-Baihaqi disebutkan dengan redaksi: “60 ribu tawanan” sebagai ganti dari “sejuta tawanan.” Juga tidak terdapat kata-kata: “Dan apabila tiba hari Jum’at, maka Allah membebaskan setiap jam sejuta tawanan dari neraka.”130

Dalam riwayat al-Baihaqi yang lain dari Hasan al-Basri disebutkan secara mursal dengan lafaz: “Sesungguhnya pada setiap malam bulan Ramadan, Allah membebaskan 600 ribu tawanan neraka dan apabila sampai pada malam terakhir bulan Ramadan, maka Allah membebaskan tawanan sebanyak orang yang dibebaskan sejak awal bulan.”131

Akan tetapi, asal hadis ini ada pada riwayat al-Tirmidhi, al-Nasa’i, Ibn Majah, al-Hakim dan lain-lain dari hadis Abu Hurayrah tanpa menyebutkan bilangan orang yang dibebaskan pada setiap malamnya, tetapi dengan redaksi yang umum. Sedangkan dalam Sahih Muslim dari Abu Hurayrah dengan lafaz: “Jika datang bulan Ramadan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu.”132

Hukum Hadis: Hasan, gharib dengan lafaz ini.

Sanad al-Baihaqi dinilai baik, karena tidak ditemukan perawi yang dikritik meskipun tidak sampai ke derajat perawi sahih. Selain itu, hadis ini cukup banyak shawahid-nya. Karena itu, riwayat al-Baihaqi adalah Hasan. Sedangkan lafaz yang disebutkan al-Khubawi adalah gharib, karena adanya perbedaan seperti yang dijelaskan di atas.


  • 130 al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 3, hlm. 304, h.n. 3606.
  • 131 Ibid., jil. 3, hlm. 303, h.n. 3604.
  • 132 Muslim, Sahih, Kitab al-Siyam, Bab al-Muqaddimah, h.n. 1079; al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Sawm, Bab Ma Ja’a fi Fadl Shahr Ramadan, h.n. 682; al-Nasa’i, Sunan, Kitab al-Siyam, Bab Fadl Shahr Ramadan, h.n. 2097-2107; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Siyam, Bab Ma Ja’a fi Fadl Shahr Ramadan, h.n. 1642; al-Hakim, al- Mustadrak, Kitab al-Siyam, Bab Idha Kan Awwalu Layalat min Ramadan, jil. 1, h.n. 421.