Hadjis 10


إذا استيقظ أحدكم من نومه في شهر رمضان وتحرك في فراشه وتقلب من جانب إلى جانب يقول له ملك: قم بارك الله فيك ورحمك الله. فإذا قام بنية الصلاة يدعو له الفراش ويقول: اللهم اعطه الفرش المرفوعة. وإذا لبس ثوبه، يدعو له الثوب ويقول: اللهم اعطه من حلل الجنة. وإذا لبس نعليه، تدعو له نعلاه وتقولان: اللهم ثبت قدميه على الصراط. وإذا تناول الإناء يدعو له الإناء ويقول: اللهم اعطه من أكواب الجنة. وإذا توضأ يدعو له الماء ويقول: اللهم طهره من الذنوب والخطايا. وإذا قام إلى الصلاة، يدعو له البيت ويقول: اللهم وسع قبره ونور حفرته وزد رحمته. وينظر الله تعالى إليه بالرحمة ويقول عند الدعاء: يا عبدي منك الدعاء ومنا الإجابة، ومنك السؤال ومنا النوال، ومنك الاستغفار ومنا الغفران

“Apabila seseorang dari kalian bangun dari tidurnya pada bulan Ramadan, lalu bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain, maka berkatalah malaikat kepadanya: “Bangkitlah, semoga Allah memberkati kamu dan semoga Allah mengasihi kamu.” Bila ia bangkit dengan niat menunaikan shalat, maka tempat tidurnya itu mendoakannya, seraya mengucapkan: “Ya Allah, berilah ia kasur-kasur yang tinggi!” Dan bila ia mengenakan pakaiannya, maka pakaiannya pun mendoakannya, seraya mengucapkan: “Ya Allah, berilah ia pakaian-pakaian surga!” Dan bila ia mengenakan kedua sandalnya, maka sandalnya itu mendoakannya dengan mengucapkan: “Ya Allah, mantapkanlah kedua kakinya pada sirat!.” Dan bila ia mengambil bejana, maka bejana itu mendoakannya seraya berkata: “Ya Allah, berilah ia piala-piala surga!” Dan bila ia berwudu, maka air mendoakannya seraya mengucapkan: “Ya Allah, bersihkanlah ia dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan!” Dan bila ia berdiri untuk memulai shalatnya, maka rumahnya mendoakan, seraya mengucapkan: “Ya Allah, luaskanlah kuburnya, terangi liang kuburnya dan tambahkanlah rahmatnya!” Sedang Allah memandang kepadanya dengan penuh rahmat, lalu berfirman ketika orang itu berdoa: “Wahai hamba-Ku, darimu doa, dari Kami perkenan. Darimu permintaan, dari Kami pemberian. Dan darimu permohonan ampunan, dari Kami ampunan.”

Takhrij Hadis:

hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zubdah al-Wa’izin.118

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Meskipun belum ditemukan sanad dan perawinya, namun karena hadis ini dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar dan tidak diketahui pengarangnya, maka hadis ini dapat dikategorikan sebagai hadis yang tidak dikenali dalam kitab yang mu’tamad. hadis dengan kategori semacam ini lebih mendekati kepalsuan.


  • 118 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 8-9.