Hadis 533


أفضل الذكر ال إله إال هللا، وأفضل الدعاء احلمد هلل.

“Zikir yang paling utama ialah ‘La ilaha illa Allah’ dan doa yang paling utama ialah ‘al-Hamdu
lillah.’”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, al-Nasa’i dalam ‘Amal al-Yawm, Ibn Majah, Ibn
Hibban, al-Hakim dan al-Khara’iti dalam Fadilah al-Shukr. Semuanya dari Jabir melalui Musa
bin Ibrahim.1269

Hukum Hadis: Hasan.

Menurut Ibn Hajar, Musa bin Ibrahim al-Ansari adalah perawi yang beliau sendiri belum
menemukan pendapat tentang kredibilitasnya, baik itu yang men-da’if-kannya maupun yang
menguatkannya, kecuali Ibn Hibban yang menyebutkannya dalam kitab al-Thiqat dan berkata
bersalah (yukhti’). Ini merupakan satu yang aneh dari Ibn Hibban, sebab Musa hanya
meriwayatkan beberapa hadis. Jika ia salah dalam meriwayatkan yang sedikit, bagaimana ia bisa
dikatakan thiqah dan hadisnya sahih? Kemungkinan mereka yang menghukumi hasan atau mensahih-kan riwayatnya berdasarkan pertimbangan mereka sebab riwayat-riwayatnya mengenai
keutamaan suatu amalan (fada’il al-a‘mal). Karena itulah, dalam al-Taqrib, beliau menyimpulkan
kredibilitas Musa ini dengan mengatakan ia jujur namun kadangkala salah (saduq yukhti’).1270

al-Tirmidhi mengatakan bahwa hadis ini gharib; ‘Kami tidak mengetahuinya, kecuali dari
riwayat Musa bin Ibrahim’. al-Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih al-Isnad dan al-Dhahabi
menyetujuinya. al-Suyuti menghukuminya sahih dan al-Munawi menyetujuinya.1271

Menurut Penulis, menghukuminya hasan adalah lebih tepat, sebab Musa telah menyendiri
dalam meriwayatkan hadis ini. Kredibilitas Musa adalah seperti yang dijelaskan di atas. Riwayat
perawi seperti itu hukum hadisnya paling tinggi hasan. Jadi hadis ini bisa dihukumi hasan.


  • 1269 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Du’a’, Bab Ma Ja’a anna Da‘wah al-Muslim Mustajabah, h.n. 3383; alNasa’i, ‘Amal al-Yawm, hlm. 480-481, h.n. 831; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Adab, Bab Fadl al-Hamidin, h.n. 3800;Ibn Hibban, Sahih, Kitab al-Riqaq, Bab al-Adhkar, h.n. 843; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Du’a’, Bab Afdal alDhikr la Ilaha illa Allah, jil. 1, hlm. 498; al-Khara’iti, Fadilah al-Shukr, hlm. 35, h.n. 7.
  • 1270 Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 549; Ibn Hibban, al-Thiqat, jil. 7, hlm. 449.
  • 1271 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Du’a’, Bab Ma Ja’a Anna Da‘wah al-Muslim Mustajabah, h.n. 3383; alHakim, al-Mustadrak, Kitab al-Du’a’, Bab Afdal al-Dhikr la Ilaha illa Allah, jil. 1, hlm. 498; al-Dhahabi, al-Talkhis,jil. 1, hlm. 230 dan 268; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 126; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 2, hlm. 34.