Hadis 528


ال تكثروا الكالم بغري ذكر هللا، فإن كثرة الكالم بغري ذكر هللا تورث قسوة القلب، وإن أبعد الناس من هللا القلب القاسي.

“Janganlah kamu banyak bicara selain zikir pada Allah. Karena banyak bicara selain zikir pada
Allah, membuat hati keras. Padahal, sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah ialah orang
yang berhati keras.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, al-Wahidi dalam Tafsir al-Wasit dan al-Tusi
dalam al-Amali seperti dikutip oleh al-Albani. Semuanya dari Ibn ‘Umar melalui Ibrahim bin ‘Abd Allah bin Hatib. Malik secara balaghat dan al-Bayhaqi dalam al-Zuhd, keduanya
meriwayatkan sebagai perkataan Nabi ‘Isa a.s.1256

Hukum Hadis: Hasan.

al-Tirmidhi menghukuminya hasan gharib; ‘Tidak kami ketahui kecuali dari riwayat
Ibrahim bin ‘Abd Allah.’1257

Dalam biografi Ibrahim ditemukan bahwa Ibn Abi Hatim menyebutkannya dalam al-Jarh
wa al-Ta‘dil tanpa menyebutkan kredibilitasnya, baik jarh atau ta‘dil. Ibn Hibban
menyebutkannya dalam kitab al-Thiqat. Menurut al-Dhahabi, beliau tidak mengetahui kalau ada
ulama yang men-da’if-kannya. Ibn Hajar mengatakan bahwa ia saduq dan banyak meriwayatkan
hadis mursal.1258

al-Albani menghukuminya da’if, disebabkan kredibilitas Ibrahim yang tidak diketahui kethiqah-an atau ke-da’if-annya. Selain itu, hadis ini telah diriwayatkan sebagai perkataan Nabi
‘Isa a.s., dan ini yang lebih mendekati kebenaran.1259 Penulis menguatkan pendapat yang
mengategorikan hasan, sebab Ibrahim tidak ditemukan kualitas thiqah-nya dan ke-da’if-annya,
kecuali anggapan thiqah oleh Ibn Hibban yang dikenal terlalu mudah untuk menilai thiqah
seorang perawi (tasahul). Namun beliau dinilai oleh Ibn Hajar dengan saduq yang meriwayatkan
banyak hadis mursal. Sedangkan hadis ini bukan diriwayatkan secara mursal. Jadi sanadnya masih
dapat dihukumi hasan. Sedangkan alasan bahwa hadis ini telah diriwayatkan dari perkataan Nabi
‘Isa a.s., ia tidak bermakna bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak mungkin mengatakannya.
Kemungkinannya adalah hadis ini merupakan sabda Nabi ‘Isa a.s. dan sekaligus sabda Nabi
Muhammad Saw. Hal ini bukan suatu yang mustahil.


  • 1255 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 183
  • 1256 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab (tanpa judul no. 62), hn. 2441; al-Albani, Silsilah al-Ahadith alDa’ifah, jil. 2, hlm. 321, h.n. 920; Malik, al-Muwatta’, Kitab al-Kalam, Bab Ma Yukrah min al-Kalam Bighayr Dhikr Allah; al-Bayhaqi, al-Zuhd, hlm. 167-168, h.n. 384.
  • 1257 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab (tanpa judul no. 62), h.n. 2441.
  • 1258 al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 2, hlm. 110; Ibn Hibban, al-Thiqat, jil. 2, hlm. 25; al-Dhahabi, Mizan alI’tidal, jil. 1, hlm. 41; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 90.
  • 1259 Muhammad Nasir al-Din al-Albani, Da’if Sunan al-Tirmidhi, al-Maktab al-Islami, Bayrut, 1991, hlm.
    272, h.n. 423; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 2, hlm. 321, h.n. 920.