من أكرم عاملا فقد أكرم سبعني نبيا، ومن أكرم متعلما فقد أكرم سبعني شهيدا، ومن أحب العامل ال تكتب عليه خطيئته أايم حياته.
“Siapa memuliakan orang alim, maka sesungguhnya ia telah memuliakan tujuh puluh nabi. Dan
siapa memuliakan orang yang belajar, maka sesungguhnya ia telah memuliakan tujuh puluh orang
yang mati shahid. Dan siapa mencintai orang alim, maka kesalahannya tidak dicatat sepanjang
hidupnya.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn al-Jawzi dalam al-‘Ilal dari Abu Hurayrah dengan redaksi akhirnya,
من أحب العلم والعلماء مل يكتب عليه خطيئة أايم حياته
sebagai ganti
من أحب العامل …1233
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Menurut Ibn al-Jawzi, hadis ini tidak sahih dari Rasulullah Saw. Dalam sanadnya terdapat
Muhammad bin ‘Amru. Menurut Ibn Ma’in orang-orang berhati-hati terhadap hadis yang
diriwayatkannya. Ibn ‘Arraq mengatakan bahwa penyebabnya bukanlah Muhammad bin ‘Amru,
akan tetapi perawi sebelumnya. Kemudian beliau mengutip pendapat al-Dhahabi yang
mengatakan bahwa penyebabnya adalah ‘Abd al-Rahman bin Muhammad al-Balkhi. Namun
tuduhan pada al-Balkhi ditolak oleh Syakh Khalil al-Mis, pen-tahqiq kitab al-‘Ilal. Menurut
beliau, al-Balkhi thiqah menurut pendapat al-Khatib. Jadi penyebabnya adalah perawi-perawi
sebelumnya, baik itu Bishr bin al-Asbagh atau Ahmad bin Muhammad bin Nu’aym.1234
Menurut Ibn Hibban, ‘Abd al-Rahman adalah seorang shaykh yang menyandarkan hadis
mawdu’ pada Qutaybah, namun menurut al-Khatib thiqah.1235 Sedangkan Bishr bin al-Asbagh
atau Ahmad bin Muhammad bin Nu’aym belum dapat ditemukan biografinya, maka
kemungkinan penyebabnya adalah salah seorang diantaranya.
- 1231 al-A’zami dalam Tahqiq al-Matalib al-‘Aliyah, jil. 2, hlm. 436, h.n. 2675.
- 1232 Ibn Sa’ad, Tabaqat al-Kubra, jil. 1, hlm. 236-237; Ibn Hisham, al-Sirah, jil. 2, hlm. 139-140; al-Bayhaqi,Dala’il al-Nubuwwah, jil. 2, hlm. 508.