من خصف نعله ورقع ثوبه وغرب وجهه هلل يف السجود فقد برئ من الكرب.
“Siapa menjahit sandalnya, menambal bajunya dan membiarkan wajahnya terkena debu karena
Allah dalam sujud, maka ia benar-benar telah terlepas dari kesombongan.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi ini disebutkan oleh al-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghafilin dari
Hasan al-Basri secara mursal, tanpa menyebutkan sanad beliau.1228
al-Asbahani meriwayatkannya dalam al-Targhib dari Ibn ‘Abbas dalam hadis yang
panjang. Di dalamnya terdapat kata-kata,
من رفع ثوبه وخصف النعل وركب احلمار وعاد اململوك إذا مرض وحلب الشاط، فقد برئ من العظمة1229
Ibn Hajar juga menyebutkan hadis seperti riwayat al-Asbahani dalam Matalib al-‘Aliyah
dan menjelaskan bahwa ia diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humayd.1230
Hukum Hadis: Hasan.
al-A’zami dalam pendapatnya terhadap isyarat Ibn Hajar di atas, telah mengutip pendapat
al-Busiri yang mengutip pendapat al-Hakim bahwa perawi-perawi pada sanadnya (‘Abd bin
Humayd) telah dijadikan hujjah oleh al-Bukhari dan Muslim.1231 Maka hadis ini paling tidak dapat
dihukumi hasan.
- 1228 al-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, hlm. 184-185, h.n. 233.
- 1229 al-Asbahani, al-Targhib, jil. 1, hlm. 366-367, h.n. 628.
- 1230 Ibn Hajar, al-Matalib al-‘Aliyah, jil. 2, hlm. 436, h.n. 2675.