ما من أحد إال ويف رأسه سلسلتان: أحدمها إىل السماء السابعة واألخرى إىل األرض السابعة، فإذا تواضع يرفعه هللا تعاىل ابلسلسلة اليت يف السماء السابعة، وإذا تكرب وضعه هللا ابلسلسلة اليت يف األرض السابعة.
“Tidak seorang pun melainkan pada kepalanya ada dua rantai; yang satu bersambung ke langit
ketujuh sedang yang lain ke bumi ketujuh. Apabila orang itu merendahkan diri, maka Allah Ta’ala
mengangkatnya dengan rantai yang bersambung ke langit ketujuh. Dan apabila ia sombong, maka
Allah merendahkannya dengan rantai yang ke bumi ketujuh.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi ini diriwayatkan oleh al-Bazzar, al-Bayhaqi dalam Shu’ab al-iman ,
al-Khara’iti dalam Masawi al-Akhlaq dan al-Daylami.1212 Semuanya dari Ibn ‘Abbas melalui. ما من أحد ganti sebagai ما من بين آدم atau ما من آدمي :awalnya redaksi dengan Salih bin ah‘Zam 1213
Hukum Hadis: Hasan li-ghayrih.
Dalam sanad mereka terdapat Zam‘ah bin Salih. Menurut Ahmad, Abu Dawud dan Ibn
Ma’in, ia da’if. Dalam riwayat lain, Ibn Ma’in mengatakan bahwa ia suwaylih al-hadith. alBukhari mengatakan bahwa Ibnu Mahdi meninggalkan periwayatannya di masa-masa akhir, dan
ia riwayatnya banyak yang bertentangan dengan riwayat sahih (yukhalif fi hadithih). Selain itu,
al-Haythami berpendapat bahwa kebanyakan ulama men-da’if-kannya. Ibn Hajar juga menilainya da’if.1214
al-Mundhiri menghukumi sanad al-Bazzar hasan. al-‘Iraqi menghukumi hadis ini da’if.1215
Menurut Penulis, pendapat al-‘Iraqi lebih tepat, karena melihat kredibilitas Zam‘ah seperti diatas.
Hadis ini mempunyai shahid yang kuat, diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam Mu’jam alKabir, al-Bayhaqi dalam al-Shu’ab, al-‘Uqayli dalam al-Du’afa’, Ibn Abi al-Dunya dalam alTawadu‘, Ibn al-Jawzi dalam al-‘Ilal. Semuanya dari Abu Hurayrah dengan jalan yang berbedabeda dan redaksi-redaksi yang sedikit berbeda. Redaksi Ibn al-Jawzi.
ما من آدمي إال وملك أخذ حبكمته، فإذا رفع نفسه قيل مللك: ضع حكمته. وإذا وضع نفسه قيل للملك: ارفع حكمته1216
Riwayat Abu Hurayrah ini dihukumi Ibn al-Jawzi sebagai tidak benar (la yasih). al-‘Iraqi
menghukuminya da’if. al-Mundhiri menghukuminya hasan. al-Haythami menghukumi sanad alTabarani hasan. Ibn Hajar tidak memberikan pendapatnya ketika menjelaskan bahwa ia
diriwayatkan Ahmad dalam al-Zuhd. al-Albani menghukumi hadis ini sahih karena shawahid.1217
- 1210 al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 215; Penulis belum dapat menemukan Hadis ini dalam Firdws alAkhbar karangan al-Daylami yang sudah dicetak.
- 1211 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 456-457.
- 1212 Dalam kitab yang di-tahqiq oleh Bashyuni Zaghlul, Hadis ini diriwayatkan dari Anas, sedangkan dalamkitab yang di-tahqiq oleh Fawwaz, ia diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas. Menurut Penulis, yang terakhir lebih betul, sebabkedua-duanya dalam penjelasannya tentang Hadis tersebut menyebutkan sanad Hadis ini sebagaimana yangdiriwayatkan oleh Ibn Lala, sebagai riwayat dari Ibn ‘Abbas. Begitu juga yang dikutip oleh al-Zabidi dalam al-Ittihaf(jil. 8, hlm. 351).
- 1213 al-Haythami, Kashf al-Astar, jil. 4, hlm. 223, h.n. 3581; al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 6, hlm. 276-277,h.n. 8142; al-Khara’iti, Masawi’ al-Akhlaq, hlm. 208, h.n. 588; al-Daylami, Firdaws al-Akhbar, jil. 4, hlm. 28, h.n.6121.
- 1214 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil.2, hlm. 81; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 8, hlm. 83; Ibn Hajar,
Taqrib al-Tahdhib, hlm. 217. - 1215 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 3, hlm. 561; al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 3, hlm. 422.
- 1216 al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 12, hlm. 169, h.n. 12939; al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 6, hlm.
277, h.n. 8143; al-‘Uqayli, al-Du’afa’, jil. 4, hlm. 237; ‘Abd Allah bin Muhammad bin ‘Ubay @ Ibn Abi al-Dunya,al-Tawadu‘, hlm. 98, h.n. 75; Ibn al-Jawzi, al-‘Ilal, jil. 2, hlm. 811-812, h.n. 1308.