قال أبو هريرة: ما الصور اي رسول هللا؟ فقال: هو قرن عظيم من النور، والذي بعثين ابحلق نبيا، عظم كل دائرة فيه كعرض السوات واألرض وينفخ فيه ثالث نفخات: نفخة للفزع ونفخة للصعق ونفخة للبعث أيمر هللا تعاىل إسرافيل عليه السالم ابلنفخة األوىل فينفخ فيه فيفزع من يف السموات ومن يف األرض، وهو قوله (ويوم ينفخ يف الصور ففزع من يف السماوات ومن يف األرض)1193 أي يستغيث كل من فيها خوفا حىت (تذهل كل مرضعة عما أرضعت وتضع كل ذات محل محلها)1194اآلية. وتصري الولدان شيبا، ( ونفخ يف الصور فصعق من يف السماوات ومن يف األرض إال من شاء هللا)1195يعين جربائيل وميكائيل وإسرافيل وملك املوت ومحلة العرش، فيأمر هللا تعاىل ملك املوت أن يقبض أرواحهم، فيقبض أرواحهم مث يقول هللا تعاىل: اي ملك املوت من بقي من خلقي ؟ فيقول: ايرب بقي العبد الضعيف ملك املوت. اي ملك املوت، أمل تسمع قويل: (كل نفس ذائقة املوت)1196أقبض روحك. … حديث طويل آخره: مث خيرج النيب ساجدا ابكيا يقول: أميت أميت، مث أييت من قبل هللا صوت إىل إسرافيل أن انفخ يف الصور، فينفخ فتخرج األرواح كأهنا النحل، قد مألت ما بني السماء واألرض، فتدخل إىل األجساد كما قال تعاىل (مث نفخ فيه أخرى فإذا هم قيام ينظرون 1197) اآلية، فتبعث اخلالئق إىل احملشر من اجلن واإلنس غري املالئكة .
“Abu Hurayrah pernah bertanya, ‘Apakah sangkakala itu ya Rasulallah?” Maka Beliau Saw.
menjawab, “Sangkakala itu seperti tanduk besar dari cahaya. Demi Tuhan yang telah mengutus
aku dengan sebenarnya sebagai seorang Nabi, besarnya tiap-tiap lubang pada sangkakala itu
seluas langit dan bumi. Dan sangkakala itu ditiup tiga kali tiupan; Tiupan yang mengejutkan,
tiupan yang mematikan, dan tiupan yang membangkitkan. Allah Ta’ala menyuruh Israfil a.s.
melakukan tiupan yang pertama, maka ditiuplah olehnya sangkakala itu, maka terkejutlah
karenanya semua makhluk di langit dan makhluk di bumi sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala,
‘(Dan ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala
yang di bumi.’ Maksudnya, setiap makhluk di langit dan di bumi meminta tolong karena takut,
sehingga, ‘Semua wanita yang menyusui lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap wanita
hamil menggugurkan kendungannya.’ Dan anak-anak menjadi beruban. Mereka terus sedemikian
rupa selama waktu yang dikehendaki Allah Ta’ala. Kemudian, Allah Ta’ala menyuruh Israfil a.s.
meniup tiupan yang mematikan. Iapun meniup, maka matilah segala yang ada di langit dan di
bumi, sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala, ‘Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang
ada di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah,’ Yaitu Jibril, Mika’il, Israfil,
malaikat maut dan para penyangga ‘Arash Allah. Allah Ta’ala menyuruh malaikat maut
mencabut nyawa mereka, maka ia pun mencabut nyawa mereka. Sesudah itu, Allah Ta’ala
berfirman, ‘Wahai malaikat maut, siapa yang masih hidup diantara makhluk-makhluk-Ku?’
Jawabnya, “Ya Tuhanku tinggal hamba-Mu yang lemah, yaitu malaikat maut.” Allah Ta’ala
berfirman, “Wahai malaikat maut, tidakkah kamu mendengar firman-Ku? “Tiap-tiap yang
berjiwa akan merasakan mati? “Cabutlah nyawamu sendiri.”…(Hadis ini panjang, yang pada
ujungnya) Kemudian Nabi Saw. menyungkur sujud dan menangis seraya katanya, “Umatku,
umatku.” Kemudian datanglah dari pihak Allah suara kepada Israfil, “Tiuplah sangkakala!”
Maka, keluarlah ruh-ruh bagaikan lebah, memenuhi ruang antara langit dan bumi, lalu mereka
masuk ke dalam tubuh masing-masing, sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala, “Kemudian,
ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba mereka berdiri menunggu (putusan masing-masing).”
Lalu makhluk-makhluk itu, yaitu jin dan manusia, selain malaikat, dibangkitkan menuju
Mahshar.”
Takhrij Hadis:
Hadis diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam al-Ba‘ath, dan al-Tabari. Keduanya melalui
Isma’il bin Rafi‘ dari Muhammad bin Yazid dari Muhammad bin Ka’ab dari seorang Ansar dari
Abu Hurayrah.1198
Hukum Hadis: Da’if.
Dalam sanad hadis ini terdapat Isma’il bin Rafi‘. Beliau adalah salah seorang tukang cerita
di Madinah. Menurut Ahmad, Ibn Ma’in dan beberapa ulama lain, ia da’if. Menurut pendapat al-Daraqutni, hadisnya ditinggalkan (matruk al-hadith). Ibn ‘Adiy berkata hadis-hadisnya,
semuanya di dalamnya terdapat kritikan. al-Tirmidhi menyatakan bahwa sebagian ahli ilmu menda’if-kannya. al-Bukhari menilainya thiqah muqarib al-Hadith. Ibn Hajar menyimpulkan
hadisnya da’if.1199 Selain itu, dalam sanad ini terdapat seorang perawi yang tidak disebutkan
namanya (mubham), yaitu seorang dari Ansar (األنصار من رجل (. Jadi sanad hadis ini da’if. Maka
secara teks hadisnya pun da’if
- 1192 ‘Abd Allah bin Muhammad bin Ahmad al-Qurtubi, al-Tadhkirah fi Ahwal al-Mawta wa Umur al-Akhirah,Dar al-Kitab al-‘Arabi, Bayrut, 1978, hlm. 206.
- 1193 al-Qur’an, al-Naml 27: 102.
- 1194 al-Qur’an, al-Hajj 22: 2.
- 1195 al-Qur’an, al-Zumar 39: 68.
- 1196 al-Qur’an, Ali ‘Imran3: 185
- 1197 al-Qur’an, al-Zumar 39: 68.
- 1198 Ahmad bin Husayn bin ‘Ali al-Bayhaqi, al-Ba’ath wa al-Nushur, Tah. Amir Ahmad Haydar, Mu’assasah al-Kutub al-Thaqafiyyah, Bayrut, 1986, hlm. 336-344, h.n. 609; al-Tabari, Tafsir, jil. 16, hlm. 25, jil. 20, hlm. 13-14,jil. 24, hlm. 20-21.