من قرأ سورة اإلخالص يف مرضه الذي ميوت فيه مل يفنت يف قربه، وأمن من ضيق القرب، ومحلته املالئكة أبجنحتهم حىت جيوزوا به
من الصراط إىل اجلنة.
“Siapa membaca Surah al-Ikhlas ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, maka dalam
kuburnya ia takkan busuk, aman dari kesempitan kubur dan dibawalah ia oleh para malaikat
dengan sayap-sayap mereka, sehingga menyeberangi sirat menuju surga.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini seperti yang dikutip oleh al-Qurtubi, al-Haythami, al-Suyuti dan Yusuf bin ‘Abd
Allah al-Arminiyyuni dalam al-Arba’in, diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Awsat dan Abu
Nu’aym dari ‘Abd Allah bin al-Shikhkhir.1932
Hukum Hadis: Da’if.
Hadis ini seperti yang dikatakan al-Haythami, tidak diriwayatkan kecuali dari ‘Abd Allah
bin al-Shikhkhir. Pada sanadnya terdapat Nasr bin Hammad al-Warraq. Ia perawi yang
ditinggalkan (matruk).1933 Abu Nu’aym menghukumi hadis ini gharib. al-Suyuti mengatakan
sanadnya da’if.1934
Dalam biografi Nasr bin Hammad al-Warraq ditemukan bahwa Ibn Ma’in menuduhnya
pendusta (kadhdhab). Menurut al-Bukhari, ulama mengkritiknya (yatakallamun fih). Muslim
menilainya sebagai orang yang hafalan hadisnya hilang (dhahib al-hadith). al-Nasa’i dan beberapa
ulama lain mengatakan ia tidak kuat (lays bi al-qawiy). Ibn Hajar menyimpulkannya sebagai
perawi da’if. al-Azdi menilainya dengan keras sebagai pemalsu hadis. Jadi sanad ini masih dapat
dinilai da’if.1935
- 1932 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 2, hlm. 213; al-Qurtubi, al-Tidhkar, hlm. 275; al-Haythami, Majma’al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 145-146; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 707; al-Arminiyyuni, al-Arba’in, hlm.52A.
- 1933 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 145-146.
- 1934 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 2, hlm. 213; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 707.
- 1935 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 250-251; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 560.