أبواب السماء مفتوحة يف ليلة القدر، ما من عبد يصلي فيها إال جعل هللا تعاىل له بكل تكبرية غرس شجرة يف اجلنة لو سار
الراكب يف ظلها مائة عام اليقطعها، وبكل ركعة بيتا يف اجلنة من در وايقوت وزبرجد ولؤلؤ، وبكل آية من قراءته يف الصالة اتجا
يف اجلنة، وبكل جلسة درجة من درجات اجلنة، وبكل تسليمة حلة من حلل اجلنة.
“Pada malam Qadar pintu-pintu langit terbuka. Tidak seorang hambapun yang shalat pada malam
itu, kecuali Allah Ta’ala akan mengganti baginya setiap takbirnya dengan menanamkan sebatang
pohon di dalam surga, yang seandainya seorang pengendara berjalan di bawah bayang-bayang
pohon itu selama seratus tahun, tentu belum selesai ditempuhnya. Untuk setiap rakaat (diganti
dengan) sebuah rumah dalam surga, terbuat dari berlian, yaqut, zabarjad dan mutiara. Untuk
setiap ayat yang dibaca di dalam shalatnya (diganti dengan) sebuah mahkota di surga. Untuk
setiap duduk (diganti dengan) sebuah derajat diantara derajat-derajat surga. Dan untuk setiap
salam (diganti dengan) seperangkat perhiasan di antara perhiasan-perhiasan surga.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini disebutkan oleh ‘Ali Muhammad Dakhil dalam Thawab al-A’mal (Shi’ah) tanpa
menyebutkan sanad dan perawinya, juga tanpa kata-kata,
وبكل جلسة درجة من درجات اجلنة، وبكل تسليمة حلة من حلل اجلنة .
‘Ali Muhammad juga mengisyaratkan ia disebutkan dalam kitab al-Iqbal (juga kitab Shi’ah).
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini tidak ditemukan kecuali dalam kitab yang tidak mu’tabar tanpa menyebutkan
sanadnya. Ia dapat dihukumi palsu, karena termasuk dalam kategori hadis yang tidak mempunyai
asal.