4.Sumber Rujukan dalam Tasawuf


Kitab D.N. ini pada dasarnya merupakan kitab tasawuf/nasihat, sehingga tidak heran jika sumber rujukannya lebih banyak berasal dari kitab-kitab tasawuf, terutama kitab-kitab yang ditulis oleh para sufi dari Turki, di samping juga kitab-kitab yang ditulis oleh ulama sufi lainnya seperti al-Ghazali dan al-Samarqandi.

Berikut ini beberapa kitab-kitab tasawuf yang dijadikan rujukan oleh al-Khubawi dalam kitab D.N., antara lain:

  1. Zubdah al-Wa’izin. Penulisnya tidak diketahui. Kitab ini terdiri dari 48 bab,49 dan merupakan kitab yang paling sering dirujuk oleh al-Khubawi. Dalam kitab D.N., kitab ini sering disingkat dengan Zubdah saja
  2. Durrah al-Wa’izin wa Dhakr al-Wa’izin, karya Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Salamah bin Ja’far al-Quda’i al-Shafi’i (405 H.). Menurut Dr. Ramadan Shishan, al-Quda’i bukan penulis kitab tersebut, Haji Khalifah telah keliru dalam hal ini. Penulis sesungguhnya adalah orang yang sangat bijaksana, yang hidup pada masa pemerintahan Sultan Muhammad al-Fatih, yang namanya juga tidak jelas. Akan tetapi, kitab ini telah selesai ditulis pada tahun 1041 H.50 Menurut hemat Penulis, pengarang kitab ini adalah seseorang yang namanya tidak dikenal sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Ramadan, karena seperti yang telah Penulis teliti terhadap manuskrip kitab ini di Perpustakaan Kuprulli, tidak disebutkan nama pengarangnya. Kitab ini termasuk kitab yang paling banyak dirujuk oleh al-Khubawi dalam D.N.
  3. al-Mawa’izah al-Hasanah. Penulis belum dapat menemukan kitab tersebut. Haji Khalifah dan Isma’il Basha juga tidak menyebutkan kitab ini dalam karya mereka berdua. al- Khubawi sering mengutip dari kitab ini, dengan menyebutkan judulnya secara singkat, yaitu al-Mawa’izah saja.
  4. Hayah al-Qulub karya ‘Abd al-Bari bin Turkha al-Saynubi. Dalam kitab D.N. sering disebut dengan Hayah saja. Kitab ini sudah bisa ditemukan versi cetaknya.
  5. al-Majalis al-Sunaniyyah, yang ditulis al-Shaykh Hasan bin Um Sinan. Kitab ini sudah dicetak di Istanbul pada tahun 1260 H.
  6. Rawdah al-‘Ulama’, yang ditulis al-Shaykh Abu ‘Ali Husayn bin Yahya al-Zandusi al- Hanafi.51
  7. Safinah al-Abrar al-Jami’ah li al-Athar wa al-Akhbar karya ‘Izz al-Din Muhammad bin Ahmad al-Makki al-Hanbali (855 H.).52
  8. al-Shifa fi al-Maw’izah karya Baha’ al-Din Yusuf al-Andu’i.53 Dalam kitab D.N., kitab ini disebut dengan Shifa Andu’i.
  9. Majalis al-Abrar wa Masalik al-Akhyar (dalam Bahasa Turki). Kitab ini merupakan terjemahan dari kitab Majalis al-Shaykh Ahmad bin ‘Abd al-Qadir al-Rumi. Kitab ini masih belum ada versi cetaknya, sementara manuskripnya tersimpan di Perpustakaan Kuprulli, Istanbul, dengan kode panggil 133.54
  10. Khalisah al-Haqa’iq lima fih min Asalib al-Daqa’iq, karya Abu al-Qasim ‘Imad al-Din bin Ahmad al-Farayabi (607 H.).55 Kitab ini belum ada versi cetaknya. Sementara manuskripnya disimpan di Perpustakaan Nasional al-Asad, Damshiq dengan kode panggil 5402 dan 9728. Dalam D.N., kitab ini sering disingkat dengan sebutan Khalisah al-Haqa’iq atau Khalisah saja.
  11. Akhlas al-Khalisah, karya Mahmud bin Muhammad al-Rayid (909 H.). Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Khalisah al-Haqa’iq di atas. Manuskrip kitab ini tersimpan di Perpustakaan Kuprulli, Istanbul, dengan kode panggil 1607.56
  12. 1)Shir’ah al-Islam karya Imam Rukn al-Din Muhammad bin Abi Bakar, yang lebih terkenal dengan nama Imam Zadah al-Hanafi (573 H.). Kitab ini dicetak bersamaan dengan syarah Shaykh Sayyid ‘Ali Zadah.
  13. Majma’ al-Lata’if, ditulis oleh ‘Awad al-Balikir al-Sha’ir al-Mutakhallis Bidalalih (952 H.).57
  14. Tanbih al-Ghafilin, karya al-Imam Abu al-Layth Nasr Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim al-Samarqandi, yang diberi gelar Imam al-Huda (393 H.). Kitab ini sudah di-tahqiq dan dicetak oleh Penerbit Dar Ibn Kathir, Damshiq.
  15. Bidayah al-Hidayah, karya Imam al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (505 H.). Ini termasuk kitab yang sangat populer dan telah dicetak berkali-kali dengan pen-tahqiq yang berbeda-beda.
  16. Mukashafah al-Qulub al-Muqarrib ila Hadrah ‘Allam al-Ghuyub, karya Imam al-Ghazali. Kitab ini sangat terkenal dan telah dicetak berkali-kali. Beberapa pengkaji menolak bahwa kitab ini ditulis oleh Imam al-Ghazali.58
  17. Mishkah al-Anwar. Kitab ini belum bisa dipastikan pengarangnya. Haji Khalifah menyebutkan 5 kitab lainnya dengan judul yang hampir sama. Kitab ini juga dinisbatkan kepada Imam al-Ghazali, tetapi ditolak oleh Haji Khalifah dan ‘Abd al-Rahman al- Badawi.59
  18. Minhaj al-Muta’allim. Kitab ini dianggap sebagai salah satu karya Imam al-Ghazali, namun kebenarannya diragukan oleh ‘Abd al-Rahman al-Badawi. Karena itu, ia mengklasifikasikan kitab ini ke dalam kitab-kitab yang masih belum dapat dipastikan Imam al-Ghazali mana yang dimaksud (majhul al-hawiyyah).60
  19. al-Tariqah al-Muhammadiyyah. Kitab ini ditulis oleh Muhammad bin Bir ‘Ali yang lebih dikenal dengan al-Birkawi (981 H.). Kitab ini tergolong terkenal dan telah di-sharh oleh beberapa ulama, di antaranya al-Qunawi, yang juga dijadikan rujukan oleh al-Khubawi. Kitab ini telah ada versi cetaknya.
  20. Kashf al-Asrar yang ditulis oleh Badr al-Din ‘Ali bin al-Shaykh Sadr al-Qunawi al-Sufi (1216 H.). Dalam D.N., kitab ini sering disebut Sharh} Birkawi li al-Qunawi.
  21. Zahrah al-Riyad wa Nuzhah al-Qulub wa al-Marad, karya al-Shaykh Sulayman bin Dawud al-Saqsini. Menurut Haji Khalifah, kitab ini terkenal sebagai kitab-kitab yang berisi nasihat. Akan tetapi, isinya tidak dapat dijadikan sebagai pegangan.61 Kitab ini belum ada versi cetaknya, sementara manuskripnya tersimpan di Perpustakaan Kuprulli, Istanbul dengan kode panggil 151.62 Dalam kitab D.N., al-Khubawi sering mengutip kitab ini.
  22. Bahjah al-Anwar karya al-Shaykh Sulayman bin Dawud al-Suri. Kitab ini aslinya berbahasa Persia, kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Arab dengan judul Nuzhah al-Qulub, kemudian oleh pengarangnya diubah lagi menjadi Zahrah al-Riyad sebagaimana disebutkan di atas.63
  23. Rawdah al-‘Abidin, karya Abu al-Fath Muhammad bin ‘Uthman al-Karajaki al-Shi‘i (449 H.).64
  24. Majalis al-Rumi, yang ditulis al-Shaykh Ahmad al-Rumi. Kitab ini belum ada versi cetaknya, sementara manuskripnya tersimpan di Perpustakaan Sulaymaniyyah dengan kode panggil 738.
  25. Mi’rajiyyah al-Majalis fi al-Wa’az. Penulis kitab ini belum diketahui karena halaman depan kitab ini hilang. Akan tetapi dapat diketahui informasi bahwa kitab ini ditulis setelah al-Munawi wafat (1031 H.), karena kitab ini dikutip dari karangan al-Munawi. Manuskrip kitab ini dapat ditemukan di Perpustakaan Sulaymaniyyah dengan kode panggil 739.

  • 49 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 954.
  • 50 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hlm. 745; Ramadan Shishan, Fahras, jil. 1, hlm. 348-349.
  • 51 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hlm. 928.
  • 52 Ibid., jil. 2, hlm. 992.
  • 53 Ibid., jil. 2, hlm. 1047.
  • 54 Ramadan Shishan, Fahras, jil. 3, hlm. 65.
  • 55 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hlm.699.
  • 56 Ibid., jil. 1, hlm. 38; Ramadan Shishan, Fahras, jil. 1, hlm. 339.
  • 57 Isma’il Basha, Idah al-Maknun, jil. 2, hlm. 436.
  • 58 Lihat ‘Abd al-Rahman Badawi, Mu’allafat al-Ghazali, hlm. 367-369.
  • 59 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 1693-1694; ‘Abd al-Rahman Badawi, Mu’allafat al-Ghazali, hlm. 381-382.
  • 60 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 1878; Abd al-Rahman Badawi, Mu’allafat al-Ghazali, hlm. 419.
  • 61 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 962.
  • 62 Ramadan Shishan, Fahras, jil. 3, hlm. 74.
  • 63 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hlm. 257.
  • 64 Isma’il Basha, Idah al-Maknun, jil. 1, hlm. 70 dan 595.