Kitab ini sangat terkenal di Indonesia dan sering dibaca di Masjid, Surau, sekolah dan
pesantren. Selain dibuktikan dengan banyaknya versi terjemahan, sebagaimana disebutkan di
atas, hal ini juga dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang ditulis oleh Martin van Bruinessen
mengenai kitab kuning di pesantren dan hasil pendataan kitab-kitab yang dibaca di pesantrenpesantren oleh Masdar F. Mas’udi dan kawan-kawannya.
Data yang ditulis oleh Martin van Bruinessen mengenai penggunaan kitab-kitab hadis di
beberapa pesantren di Indonesia tampak pada table 1.1. di bawah ini:15
Tabel 1.1.
Penggunaan Kitab hadis di Pesantren Indonesia


Sumber: Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat
Gambar 1.1
Prosentase Jadwal Penggunaan Kitab Hadis 
Data tersebut menunjukkan bahwa kitab D.N. di 11 pesantren dari 46 pesantren yang
menjadi objek penelitian ini dengan prosentase sebanyak 23,91 % pesantren menggunakan kitab
ini.
Dalam penelitian yang ditulis oleh Masdar F. Mas’udi dan kawan-kawannya disebutkan
daftar kitab-kitab yang dibaca di 237 pesantren di Jawa dan Madura, serta 18 pesantren di luar
Jawa dan Madura. Meskipun tidak disebutkan daftar semua kitab yang dibaca di setiap pesantren,
bahkan ada di antaranya yang tidak disebutkan sama sekali. Namun paling tidak, terdeteksi 24 pesantren telah menggunakan kitab D.N. ini sebagai salah satu dari daftar kitab-kitab yang dikaji
di pesantren.17 (Lihat Tabel 1.2.).
Tabel 1.2.
Penggunaan Kitab Durrah al-Nasihin di Pesantren


Sumber: Direktori Pesantren
Dari dua data tersebut dan didukung oleh banyaknya versi terjemahan dan pencetakan kitab
ini di Indonesia, tampak jelas bahwa kitab Durrah al-Nasihin telah menjadi kitab yang terkenal
dan dibaca oleh berbagai kalangan di Indonesia. Konsekuensi logisnya, banyak hadis-hadis dari
kitab tersebut yang dipakai oleh masyarakat luas. Karena itu, penelitian terhadap kekuatan (kesahih-an) hadis-hadis yang terdapat dalam kitab ini menjadi sangat penting untuk melindungi
umat Islam agar tidak menggunakan hadis-hadis yang sangat lemah atau palsu sebagai dasar
ibadah dan amalan mereka.
- 15 Martin Van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat, Mizan, Bandung, 1995, hlm. 160.
- 16 Daerah-daerah yang dimaksud di sini, yaitu: Sumatera adalah Pulau Sumatera. Kalsel adalah Kalimantan
Selatan. Jabar adalah Jawa Barat. Jateng adalah Jawa Tengah. Jatim adalah Jawa Timur. - 17 Masdar F. Mas’udi, Muntaha Azhari, HA. Azis, Slamet Efendi Yusuf, Muhammad Ichwan Sam, Arief
Mudatsir, Isron Basuni, Hussein Muhammad, Arifin Junaidi, Ghazi Dz & Budi Sulistiyo, Direktori Pesantren, P3M,
Jakarta, 1986, jil. 1, hlm. 1-395.