Sebagaimana telah disebutkan dalam Pendahuluan buku ini, bahwa kitab Durrah alNasihin merupakan kitab yang sangat terkenal, terutama di kalangan pecinta kajian tasawuf.
Dalam sepuluh tahun pertama setelah dunia Islam mengenal media cetak, kitab D.N. ini telah
berhasil dicetak lebih dari 5 (lima) kali. Bersamaan dengan meluasnya animo pembaca, kitab ini
pun telah berhasil diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain:
a) Bahasa Turki. Kitab ini telah diterjemahkan oleh ‘Abdul Kadir Akcicek pada tahun 1984
dan diterbitkan oleh Penerbit Huzur Yayinevi.
b) Bahasa Urdu. Kitab ini telah diterjemahkan oleh ‘Abdul Karim bin Amanatullah dan
diterbitkan di Calcuta pada tahun 1307 H.14
c) Bahasa Indonesia. Buku ini telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia oleh
beberapa penerjemah. Pertama, diterjemahkan oleh H. Salim Bahreisy pada tahun 1978
dan diterbitkan oleh Penerbit TB. Balai Buku, Surabaya dengan judul terjemahan Bekal
Juru Da’wah. Kedua, diterjemahkan oleh Abdullah Shonhaji pada tahun 1979 dan
diterbitkan oleh Penerbit Toko Kitab al-Munawwar, Semarang. Ketiga, diterjemahkan
oleh Rasihin Abdul Gani pada tahun 1985 dan diterbitkan oleh Penerbit Wicaksono,
Semarang. Keempat, diterjemahkan oleh Abu Hf. Ramadhan BA pada tahun 1987 dan
diterbitkan oleh Penerbit Mahkota, Surabaya. Versi terjemahan ini telah dicetak ulang
berkali-kali. Cetakan kesembilannya pada tahun 1993. Kelima, diterjemahkan oleh Dr.Syamsuddin Manap, pada tahun 1987 dan dicetak dalam edisi Bahasa Malaysia oleh
Victory Agencie, Kuala Lumpur pada tahun 1989. Keenam, diterjemahkan oleh Anshory
Umar Sitanggal pada tahun 1990 dan diterbitkan oleh CV Asy-Syifa’, Semarang. Ketujuh,
diterjemahkan oleh Abu Hiyad pada tahun 1993 dan diterbitkan oleh Penerbit Mesir,
Surabaya.
- 14 Brockelmann, Arabiscen Litteratur, Vol. II, hlm. 641 dan Vol. II, hlm. 745.