Ada beberapa kitab tafsir yang dijadikan rujukan oleh pengarang kitab D.N. , di antaranya:
- Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil atau lebih dikenal dengan Tafsir al-Baydawi yang ditulis oleh Imam al-Baydawi, yang nama lengkapnya adalah Nasr al-Din ‘Abdullah bin ‘Umar al-Baydawi al-Shayrazi al-Shafi’i (692 H.). Tafsir ini merupakan referensi utama yang dipakai kitab D.N. dalam menafsirkan ayat-ayat yang dikutip. Ini merupakan kitab tafsir yang sangat terkenal, yang telah dicetak berulang kali, diringkas, dan di-Sharh oleh beberapa ulama kenamaan seperti al-Shihab al-Khafaji (1069 H.), Shaykh Zadah (950 H.), yang keduanya juga dijadikan rujukan oleh al-Khubawi. hadis-hadis yang terdapat dalam kitab tafsir ini telah di-takhrij oleh ‘Abd. al-Ra’uf al-Munawi (1031 H.) dalam kitab yang berjudul al-Fath al-Samawi fi Takhrij Ahadith Tafsir al-Baydawi. Dalam kitab D.N. ini, al- Khubawi sering menulisnya dengan sebutan Qadi Baydawi atau Qadi saja.
- al-Kashshaf ‘an Haqa’iq Ghawamid al-Tanzil wa ‘Uyun al-Ta’wil fi Wujuh al-Ta’wil atau yang lebih terkenal dengan sebutan Tafsir al-Kashshaf dan Tafsir al-Zamakhshari yang ditulis oleh Imam Mahmud bin ‘Umar al-Zamakhshari (528 H.). Tafsir ini sangat terkenal dan telah berulang kali naik cetak. hadis-hadisnya juga telah di-takhrij oleh Ibn Hajar dalam kitab al-Kafi al-Shaf fi Takhrij Ahadith al-Kashshaf. Tafsir ini menjadi referensi kedua yang dipakai ketika ia menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam kitab D.N.. Dalam kitab D.N., tafsir ini sering disingkat dengan al-Kashshaf.
- Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil atau dikenal dengan sebutan Tafsir al-Khazin yang ditulis oleh ‘Ala’ al-Din ‘Ali bin Muhammad al-Baghdadi yang lebih dikenal dengan sebutan al-Khazin (725 H.). Ini termasuk kitab tafsir yang cukup terkenal dan telah dicetak beberapa kali oleh percetakan terkenal seperti Dar al-Fikr, Bayrut. Dalam kitab D.N., tafsir ini sering disingkat dengan al-Lubab atau al-Khazin saja.
- Irshad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Qur’an al-Karim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Abi Sa’ud. Kitab tafsir ini ditulis oleh al-Qadi Abu al-Sa’ud Muhammad bin Muhammad al-‘Imad (951 H.). Tafsir yang cukup terkenal ini telah dicetak beberapa kali. Dalam kitab D.N., tafsir ini sering disingkat dengan Tafsir Abu Sa’ud saja.
- Madarik al-Tanzil wa al-Haqa’iq al-Ta’wil atau yang terkenal dengan sebutan Tafsir al- Nasafi, yang ditulis oleh Imam al-Nasafi ‘Abd Allah bin Ahmad (701 H.). Tafsir ini sangat terkenal dan diklasifikasikan sebagai tafsir dengan hadis ma’thur.
- Ma’alim al-Tanzil atau yang terkenal dengan sebutan Tafsir al-Baghawi, yang ditulis oleh Husayn bin Mas’ud al-Farra’ al-Baghawi (516 H.). Tafsir ini cukup terkenal dan dapat dikategorikan sebagai tafsir dengan hadis ma’thur. Dalam kitab D.N., tafsir ini sering disebut dengan Ma’alim saja.
- 1)‘Inayah al-Qadi wa Kifayah al-Radi ‘ala Tafsir al-Baydawi atau lebih terkenal dengan sebutan Hashiyah al-Shihab. Kitab tafsir ini ditulis oleh al-Shihab al-Khafaji Ahmad bin Muhammad (1069 H.). Dalam kitab D.N., tafsir ini sering disebut dengan Shihab saja atau Hashiyah Shihab. Kitab ini dicetak bersama kitab Tafsir al-Baydawi.
- Hashiyah Shaykh Zadah ‘ala Tafsir al-Baydawi, yang ditulis oleh Muslih al-Din Muhammad bin Mustafa al-Tujawi al-Hanafi yang lebih terkenal dengan julukan Shaykh Zadah (950 H.). Kitab ini dicetak empat jilid. Dalam kitab D.N., al-Khubawi sering menyebutnya dengan sebutan Shaykh Zadah saja.
- Ruh al-Bayan yang ditulis oleh Isma’il Haqqi al-Barusawi (1137 H.). Tafsir ini telah dicetak dalam volume sebanyak 10 jilid oleh Penerbit Dar al-Fikr. Dalam kitab D.N., al- Khubawi sering menyebutnya dengan sebutan Tafsir Haqqi saja.
- Tafsir al-Qur’an al-Karim, yang ditulis oleh Abu Sa’id al-Hanafi. Tafsir ini masih belum dicetak untuk publik, dan manuskripnya masih tersimpan rapi di Perpustakaan al-Asad Shiria dengan nomor panggil 627 dan 7500. Dalam kitab D.N., al-Khubawi sering menyebutnya dengan sebutan Tafsir Hanafi. al-Khubawi sering mengutip hadis-hadis fadilah dari kitab tafsir ini. Sayangnya, hadis-hadis yang ada dalam kitab tafsir ini, baik yang dikutip oleh al-Khubawi maupun yang tidak dikutip, banyak yang bersifat gharib dan sukar ditemukan padanannya dalam kitab-kitab hadis terkenal dan kredibel, bahkan hadis- hadis tersebut mempunyai ciri-ciri hadis palsu.
- al-Tafsir al-Kabir atau lebih dikenal dengan sebutan Tafsir al-Fakhr al-Razi, yang ditulis oleh Imam Fakhr al-Din Abu Bakr al-Razi. (606 H) Kitab tafsir ini termasuk kitab yang cukup terkenal, tetapi al-Khubawi jarang mengutip dari kitab tafsir yang telah dicetak berulang kali ini.
- Bahr al-‘Ulum atau yang lebih terkenal dengan sebutan Tafsir al-Samarqandi, yang ditulis oleh Abu Layth Nasr bin Muhammad bin Ahmad al-Samarqandi (860 H.). Kitab ini dicetak dalam tiga jilid.
- Tafsir al-Fatihah. al-Khubawi beberapa kali mengutip dari kitab tafsir ini, tetapi Penulis tidak dapat memastikan tafsir ini ditulis oleh siapa, karena ada beberapa kitab tafsir yang berjudul Tafsir al-Fatihah yang disebutkan oleh Haji Khalifah dalam Kashf al-Zunun dan Isma’il Basha dalam Idah al-Maknun. Dari beberapa manuskrip kitab Tafsir al-Fatihah yang Penulis telusuri, Penulis tidak menemukan kutipan-kutipan tersebut dari manuskrip- manuskrip yang ada.
- al-Kashf wa al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an atau lebih dikenal dengan sebutan Tafsir al- Tha’labi yang ditulis oleh Abu Ishaq Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim al-Tha’labi (427 H.).25 Dalam kitab D.N., al-Khubawi sering menyebutnya dengan sebutan Tafsir Tha’labi. Kitab ini telah dicetak dalam empat jilid.
- al-Taysir fi al-Tafsir, yang ditulis oleh Najm al-Din Abu Hafs ‘Umar bin Muhammad al- Nasafi al-Hanafi (537 H.).26 Dalam kitab D.N., al-Khubawi sering menyebutnya dengan sebutan Tafsir Taysir.
- Tafsir al-‘Uyun. Penulis belum dapat memastikan yang dimaksud dengan kitab tafsir ini. Kemungkinannya adalah al-‘Uyun fi Ta’wil al-Qur’an yang ditulis oleh Abu al-Hasan ‘Ali bin Muhammad al-Basri al-Mawardi (450 H.).27 Dalam kitab D.N. sering disingkat al- ‘Uyun.
- Tafsir Abi al-Layth, yang ditulis oleh Abu al-Layth Nasr bin Muhammad bin Ibrahim al- Samarqandi yang dikenal dengan julukan Imam al-Huda (393 H.).28 al-Khubawi selalu mengutip dengan menyingkat nama tafsirnya dengan sebutan Abu al-Layth.
- al-Basa’ir fi al-Tafsir, yang lebih dikenal dengan nama Tafsir al-Nisaburi. Tafsir ini ditulis dalam Bahasa Persia oleh al-Shaykh Zahir al-Din Abu Ja’far Muhammad bin Mahmud al- Nisaburi (599 H.).29 Dalam kitab D.N. tafsir ini sering disebut al-Nisaburi saja.
- al-Durr al-Manthur fi al-Tafsir bi al-Ma’thur yang ditulis oleh Imam Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman bin Abi Bakr al-Suyuti (911 H.). Tafsir ini sangat terkenal dan telah dicetak berkali-kali. Dalam kitab D.N. tafsir ini disebut dengan al-Durr al-Manthur atau al-Durr al- Manthur li al-Suyuti.
- al-Wasit fi Mukhtasar al-Muhit atau dikenal juga dengan nama Tafsir al-Wasit. Kitab tafsir ini ditulis oleh Badr al-Din Muhammad bin Shihab al-Din Ahmad bin Musa al-‘Ayni al-Hanafi (855 H.).30 Tafsir ini merupakan ringkasan dari kitab tafsir al-Bahr al-Muhit karya Ibn Hayyan. Dalam kitab D.N. tafsir ini ditulis dengan sebutan Tafsir Wasit.
- al-Jami’ li AHkam al-Qur’an atau lebih terkenal dengan sebutan Tafsir al-Qurtubi, yang ditulis oleh al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Ansari al-Qurtubi (671 H.). Tafsir ini sangat terkenal dan sudah mengalami cetak ulang berkali-kali.
- Himayah min Yasin. Kitab ini belum diketahui penulisnya. Haji Khalifah dan Isma’il Basha tidak menyebutkan kitab ini.
- 25 Mustafa bin ‘Abd Allah Haji Khalifah, Kashf al-Zunun ‘an Asami al-Kutub wa al-Funun, al-Maktabah al-Islamiyyah, Tahran, 1977, jil. 1, hlm. 444 dan jil. 2, hlm. 1496.
- 26 Ibid., jil. 1, hlm. 460 dan 519.
- 27 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 1888.
- 28 Ibid., jil. 1, hlm. 441; Kahhalah, Mu’jam, jil. 13, hlm. 91.
- 29 Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hlm. 246 dan 460; Kahhalah, Mu’jam, jil. 12, hlm. 7.
- 30 Isma’il Basha, Idah al-Maknun, jil. 2, hlm, 705 dan Hidayah al-‘Arifin, jil. 2, hlm. 421.