{"id":18,"date":"2024-06-26T14:28:23","date_gmt":"2024-06-26T14:28:23","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/sikap-ulama-terhadap-ayat-mutasyabih\/"},"modified":"2024-06-26T14:28:23","modified_gmt":"2024-06-26T14:28:23","slug":"sikap-ulama-terhadap-ayat-mutasyabih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/sikap-ulama-terhadap-ayat-mutasyabih\/","title":{"rendered":"Sikap Ulama terhadap Ayat Mutasyabih"},"content":{"rendered":"<p>1. Madzhab Salaf, yaitu orang orang yang mempercayai dan meyakini sifat-sifat mutasyabih<br \/>\ndan menyerahkan hakikatnya kepada Allah sendiri. Oleh karenanya mereka disebut<br \/>\nmufawidah atau tafwid. Secara umum demikian penafsirannya madzhab salaf dalam<br \/>\nmemehami ayat-ayat mutasyabih. Kemudian dalam aplikasinya mereka menggunakan<br \/>\nargumen aqli dan naqli.<br \/>\n2. Madzhab Khalaf, yaitu ulama yang menakwilkan lafal yang makna lahirnya mustahil<br \/>\ndengan makna yang sesuai dan baik untuk zat Allah. Oleh sebab itu mereka disebut<br \/>\nmuawwilah atau madzhab takwil. Seperti mereka memaknakan istiwa dengan ketinggian<br \/>\nyang abstrak, berupa pengendalian Allah terhadap alam. Kedatangan Allah diartikan<br \/>\ndengan kedatangan perintahnya. Allah berada di atas hamba-Nya dengan Allah Maha<br \/>\nTinggi, bukan berada di suatu tempat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Madzhab Salaf, yaitu orang orang yang mempercayai dan meyakini sifat-sifat mutasyabih dan menyerahkan hakikatnya kepada Allah sendiri. Oleh karenanya mereka disebut mufawidah atau tafwid. Secara umum demikian penafsirannya madzhab salaf dalam memehami ayat-ayat mutasyabih. Kemudian dalam aplikasinya mereka menggunakan argumen aqli dan naqli. 2. Madzhab Khalaf, yaitu ulama yang menakwilkan lafal yang makna lahirnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1036,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-18","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sikap-para-ulama-terhadap-ayat-ayat-mutasyabih"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1036"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ayat-muhkam-mutasyabih-ayu\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}