Pintu Surga Bagi Orang Yang Berpuasa


حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِى رَجَاءٍ الْعُطَارِدِىِّ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ قَالَ مُحَمَّدٌ -صلى الله عليه وسلم- « اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ».

 رواه مسلم

Artinya: Zuhair bin Harb Telah menceritakan kepadaku, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim, dari Ayyub, dari Abu Raja’ al-‘Ataridi, ia berkata: Aku mendengar Ibnu Abbas berkata: Muhammad SAW bersabda: “Aku melihat ke dalam surga, lalu aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Muslim)

a.       Kebanyakan penghuni surga adalah orang fakir/miskin:
1.       Orang fakir lebih ringan hisabnya karena tidak memiliki harta yang harus dipertanggungjawabkan.
2.       Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang miskin masuk surga 500 tahun lebih dulu dari pada orang kaya yang saleh.

3.       Ini menunjukkan kemuliaan sabar dalam kefakiran, serta kedekatan hati mereka kepada Allah.

b.      Kebanyakan penghuni neraka adalah wanita: Dalam beberapa riwayat lain dijelaskan sebabnya, antara lain: Banyak mengingkari kebaikan suami. Banyak mengeluh atau tidak bersyukur. Ini bukan bermaksud merendahkan wanita, tapi sebagai peringatan keras untuk menjaga akhlak dan adab. Banyak juga wanita yang menjadi penghuni surga, sebagaimana disebut dalam hadits tentang Maryam, Khadijah, Fatimah, Asiyah.