حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ أَبِى رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ » . أطرافه 3241 ، 5198 ، 6449 – تحفة 10873
رواه البخارى
Artinya: ‘Utsman bin al-Haitsam Telah menceritakan kepadaku, ‘Auf telah menceritakan kepada ku, dari Abu Raja’, dari ‘Imran, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Aku melihat ke dalam surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. (HR Bukhari)
Kebanyakan penghuni surga adalah orang-orang miskin. Ini bukan berarti orang kaya tidak bisa masuk surga, tetapi karena orang miskin: Lebih sedikit pertanggungjawaban atas harta, Umumnya lebih sabar dan ikhlas, Masuk surga lebih dahulu (sebagaimana disebut dalam hadits lain). Kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, Pernyataan ini tidak menunjukkan bahwa wanita lebih buruk secara mutlak, Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menjelaskan alasannya: “Karena mereka banyak mengingkari suami dan banyak mengingkari kebaikan.” Ini menjadi peringatan terhadap sifat-sifat tertentu (seperti kufur terhadap nikmat, keluhan berlebihan, dsb.), bukan kecaman terhadap jenis kelamin.