حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ (أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيُّ قَوْمِهِ إنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارُ فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ
رواه البخاري
Artinya:”Apakah aku tidak memberitakan kepada kalian sebuah hadis tentang Dajjal yang tidak pernah diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah (dalam arti ‘a’war’), dan dia akan datang dengan membawa gambaran surga dan neraka. Namun yang dia sebut sebagai surga itu sebenarnya adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nuh memperingatkan kaumnya.” (HR Bukhari)
Hadis ini mengingatkan kita akan pentingnya berderma dan menginfakkan harta di jalan Allah. Sebagai balasannya, orang yang rajin berinfak akan dipanggil untuk masuk surga melalui pintu-pintu yang khusus disediakan bagi mereka. Oleh karena itu, setiap umat Islam disarankan untuk mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk sedekah, baik itu dalam bentuk uang, barang, atau bahkan dalam bentuk amal baik lainnya.