Keindahan Surga


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هِلاَلُ بْنُ عَلِىٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى عَمْرَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ ، وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( وَظِلٍّ مَمْدُودٍ )

رواه البخاري

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan, telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Hilal bin ‘Ali dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang naungannya dapat dilalui oleh seorang penunggang (kendaraan) selama seratus tahun namun ia belum mampu melewatinya. Bacalah jika kalian mau (firman Allah): (وَظِلٍّ مَمْدُودٍ) — ‘dan naungan yang terbentang panjang’.”(HR. al-Bukhari)

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW kembali menggambarkan keagungan dan keluasan surga, dengan menyebutkan adanya sebuah pohon di surga yang begitu besar sehingga seorang penunggang kuda membutuhkan seratus tahun untuk melewati bayangannya, dan itu pun belum tentu seluruhnya selesai. Rasulullah SAW juga menegaskan isi hadis ini dengan bersabda “Bacalah jika kalian mau firman Allah: وَظِلٍّ مَمْدُودٍ  (dan naungan yang terbentang luas)” — merujuk pada ayat di Surah Al-Wāqiʿah ayat 30.