عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَشَجَرَةٍ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ وَ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ قَالَ الشَّيْخُ الْأَلْبَانِيُّ: صَحِيحٌ ) رواه الترمذى(
Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, yang seorang pengendara dapat berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun dan di dalam bab ini ada juga riwayat dari Anas dan Abu Sa’id dikatakan oleh Abu Isa: Hadis ini shahih dan dikatakan oleh Syaikh al-Albani: Shahih. (HR Tirdmidzi)
Hadis ini serupa dengan hadis-hadis sebelumnya yang menggambarkan luasnya kenikmatan surga, khususnya mengenai pohon di surga yang memiliki bayangan sangat panjang. Bayangan pohon tersebut bahkan bisa ditempuh oleh pengendara selama seratus tahun tanpa pernah menempuh ujungnya. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan di surga sangat melimpah dan tidak terhingga. Hadis ini juga menunjukkan bahwa kenikmatan surga tidak hanya berbentuk kenikmatan spiritual atau ibadah, tetapi juga berupa kenikmatan jasmani, seperti pohon-pohon yang sangat besar dan meneduhkan. Dengan bayangan yang sangat panjang, pohon ini menjadi simbol kedamaian, kenyamanan, dan ketenangan yang tak terhingga di surga.