Keindahan Surga


أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَة (  رواه مسلم)

Artinya: dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, yang seorang pengendara dapat berjalan (berkendara) di bawah naungannya selama seratus tahun.”

(HR. Muslim)

 

Hadis ini merupakan bagian dari hadis-hadis targhib (anjuran) yang menggambarkan kenikmatan surga. Rasulullah ﷺ menggambarkan luas dan indahnya surga dengan sesuatu yang bisa dibayangkan manusia: pohon yang sangat besar dan memiliki bayangan yang sangat panjang. Ini merupakan bentuk tasyji‘ (dorongan kuat) agar umat Islam berlomba-lomba dalam amal saleh untuk mendapatkan surga. Imam al-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Muslim menyatakan bahwa hadis ini bukan kiasan, melainkan benar-benar menggambarkan kenyataan di surga. Ia mengatakan bahwa pohon-pohon surga lebih besar dari yang bisa dibayangkan di dunia. Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa angka “seratus tahun” tidak menunjukkan batasan eksak, tetapi untuk memberikan gambaran betapa panjang dan luasnya bayangan pohon tersebut. Hadis ini juga berkaitan erat dengan akidah Islam tentang hari akhir. Dalam banyak ayat dan hadis, surga digambarkan dengan detail, untuk menanamkan keyakinan kuat akan kehidupan setelah mati dan memberikan gambaran konkret kepada manusia agar tidak tertipu oleh kenikmatan dunia yang sementara.