حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِىِّ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُ سَمِعَ الْبَرَاءَ رضى الله عنه – قَالَ لَمَّا تُوُفِّىَ إِبْرَاهِيمُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ لَهُ مُرْضِعًا فِى الْجَنَّةِ » . طرفاه 3255 ، 6195 – تحفة 1796
(رواه البخارى)
Artinya: Abu al-Walid Telah menceritakan kepada kami Abu al-Walid, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari ‘Adi bin Thabit, bahwa ia mendengar al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika Ibrahim putra Nabi Muhammad SAW wafat, RasulullahSAW bersabda: Sesungguhnya dia memiliki seorang penyusu di dalam surga. (HR Bukhari)
Hadis ini menjelaskan Siapakah Ibrahim? Ibrahim adalah putra Rasulullah ﷺ dari istri beliau, Mariyah al Qibthiyyah. Beliau wafat saat masih bayi di usia sekitar 16–18 bulan. Makna “لَهُ مُرْضِعًا فِي الْجَنَّةِ” (Dia memiliki penyusu di surga): Maksudnya adalah bahwa Ibrahim akan disusui oleh seorang wanita (penyusu) yang berada di dalam surga. Ini menggambarkan:
a. Bahwa anak-anak kecil yang wafat sebelum baligh akan dipelihara dan dijaga dengan penuh kasih sayang di surga.
b. Anugerah Allah SWT kepada anak-anak yang wafat dalam keadaan fitrah (tanpa dosa).
c. Anak-anak kaum Muslimin yang wafat sebelum baligh akan berada dalam kenikmatan surga.
d. Hadis ini menjadi sumber hiburan dan ketenangan bagi orang tua yang kehilangan anak kecil; bahwa mereka tidak hilang, melainkan berada dalam rahmat dan pemeliharaan Allah di surga.
e. Keistimewaan putra Rasulullah ﷺ dan kasih sayang Allah terhadap keluarga Nabi.