Pintu Surga Bagi Orang Yang Berpuasa


عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَهَكَذَا يَقُولُ عَوْفٌ عَنْ أَبِى رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَيَقُولُ أَيُّوبُ عَنْ أَبِى رَجَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَكِلاَ الإِسْنَادَيْنِ لَيْسَ فِيهِمَا مَقَالٌ وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ أَبُو رَجَاءٍ سَمِعَ مِنْهُمَا جَمِيعًا وَقَدْ رَوَى غَيْرُ عَوْفٍ أَيْضًا هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِى رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ.( رواه الترمذى )

Artinya: Dari ‘Imran bin Hushain, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku melihat ke dalam neraka, maka aku melihat bahwa mayoritas penghuninya adalah wanita. Dan aku melihat ke dalam surga, maka aku melihat bahwa mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin.” Abu ‘Isa (al-Tirmidzi) berkata: “Ini adalah hadits hasan sahih.” Dan demikian pula yang dikatakan oleh ‘Auf dari Abu Raja’ dari ‘Imran bin Hushain. Dan Ayyub meriwayatkan dari Abu Raja’ dari Ibnu ‘Abbas. Kedua sanad ini tidak terdapat cela. Mungkin saja Abu Raja’ mendengar hadits ini dari keduanya (yakni Imran dan Ibnu Abbas). Selain ‘Auf, ada juga perawi lain yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Raja’ dari Imran bin Hushain. (HR Tirmidzi)

Hadis ini menjelaskan

a.       Makna “Mayoritas penghuni neraka adalah wanita” Bukan berarti seluruh wanita masuk neraka, tapi menunjukkan banyak wanita pada masa itu (atau dalam realitas sosial tertentu) terjerumus dalam perilaku tercela, seperti: Tidak bersyukur atas pemberian suami,Mengeluh terhadap keadaan, Lalai dalam menjalankan perintah agama, Hal ini merupakan peringatan moral, bukan diskriminasi gender.

b.      Makna “Mayoritas penghuni surga adalah orang miskin” Orang miskin lebih cepat masuk surga karena: Tidak dibebani tanggung jawab atas harta, Ujian hidup yang lebih berat dilalui dengan kesabaran, Kebergantungan kepada Allah lebih kuat, Bukan berarti orang kaya tidak masuk surga, tetapi hisab mereka lebih panjang (lihat hadits lain: “Orang kaya tertahan karena hisab hartanya”).
Komentar Abu ‘Isa al-Tirmidzi, Beliau menyebut hadits ini hasan sahih, artinya sangat bisa dijadikan hujjah, Perhatian beliau terhadap sanad menunjukkan bahwa riwayat dari dua sahabat berbeda (Imran & Ibnu Abbas) melalui Abu Raja’ adalah valid dan saling menguatkan, Ini menunjukkan tingginya keandalan Abu Raja’ al-‘Ataridi, serta kehati-hatian al-Tirmidzi dalam memastikan kekuatan sanad