{"id":256,"date":"2022-09-12T14:48:12","date_gmt":"2022-09-12T14:48:12","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-23\/"},"modified":"2022-09-12T14:48:12","modified_gmt":"2022-09-12T14:48:12","slug":"hadits-23","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-23\/","title":{"rendered":"Hadits 23"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><b>Arti Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sabda Nabi Muhammad SAW: &#8220;Hidung (wajah) manusia tidak jatuh ke neraka kecuali disebabkan perkataan lisan mereka.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Arti Kata<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u064a\u0643\u0628<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: jatuh<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0645\u0646\u0627\u062e\u0631<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: hidung-hidung<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u062d\u0635\u0627\u0626\u062f<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: sesuatu<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Penjelasan Kesulitan Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ini termasuk Isti&#8217;arah Ajibah dan dimaksud di sini adalah sesungguhnya sering tergelincirnya kaki dan perkelahian manusia disebabkan kesalahan lisan mereka, dan akibat perkataan yang jelek yang membekas pada diri mereka. Hal ini ditinjau dari kehidupan dunia dan menurut kebiasaannya di antara keluarganya serta diketahui menurut berlakunya adatnya. Adapun bila ditinjau dari kehidupan akhirat ia mendapatkan dosa karena perkataannya sebagaimana ia mendapatkan dosa karena perbuatannya. Maka hidung-hidung mereka jatuh di tingkatan-tingkatan neraka menurut kadar siksaannya, Naudhu Billab Minha kami mohon perlindungan kepada Allah dari hal itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ungkapan dari hal ini dengan memahami \u062d\u0635\u0627\u0626\u062f \u0627\u0644\u0623\u0644\u0633\u0646\u0629 adalah merupakan ungkapan yang paling indah, karena Nabi SAW menyamakan apa yang terbuang dari lisan mereka yaitu perkataan yang tercela yang akibat jeleknya kembali pada diri mereka sendiri dengan orang yang menabur benih yang menyesalkan akibat taburan benihnya dan orang yang menanam yang melewati buah tanamannya dan perkataan orang yang berkata ini bagai orang yang berdosa akibat dari kejahatannya, menuai apa yang telah ditanam dan menerima upah dari apa yang telah ditanam.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hadis tersebut merupakan dua Isti&#8217;arah yaitu Isti&#8217;arah Kinayah dan Isti&#8217;arah Tabaiyah, adapun yang pertama (Isti&#8217;arah Kinayah) yaitu menyerupaan lisan dengan sabit yang menyabit tanaman, kemudian membuangnya dan memberi lambang kepadanya dengan sesuatu yang lazim yaitu \u0627\u0644\u062d\u0635\u0627\u0626\u062f (ladang).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adapun yang kedua (Isti&#8217;arah Tabaiyah) tergelincimya lisan denga kata-kata diserupakan dengan ladang tanaman dengan segala pemotongan pada seluruhnya. Maka sesungguhnya keluarnya kata kata dari lisan dapat memotong kata-kata tersebut darinya sebagaimana memotong tanaman kemudian dimustaqkan lafadz dengan arti asal bicara, \u0627\u0644\u062d\u0635\u0627\u0626\u062f (ladang) dengan arti tempat asal bicara menurut metode Isti&#8217;arah Tabaiyah.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Keterangan-Keterangan Lainnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam sunan al Turmudhi tertulis :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0648\u0647\u0644 \u064a\u0643\u0628 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0646\u0627\u0631 \u0639\u0644\u0649 \u0648\u062c\u0648\u0647\u0647\u0645 \u0627\u0648 \u0639\u0644\u0649 \u0645\u0646\u0627\u062e\u0631\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0627 \u062d\u0635\u0627\u0626\u062f \u0627\u0644\u0633\u0646\u062a\u0647\u0645<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Manusia dimasukkan ke neraka disebabkan kesalahan lisannya baik perkataan kufur, menuduh orang berzina, mengumpat, membicarakan orang, adu domba, sumpah palsu dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kualitas Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ditinjau dari sanad hadis, muttasil sanad, perowinya adil, Dhabi tapi ada yang kurang ke-dhabi-annya maka hadis tersebut basan, namun bila ditinjau dari segi matan yang tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih kuat serta tidak bertentangan dengan akal sehat maka matan hadis tersebut shahih.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Hadits Sabda Nabi Muhammad SAW: &#8220;Hidung (wajah) manusia tidak jatuh ke neraka kecuali disebabkan perkataan lisan mereka.&#8221; Arti Kata \u064a\u0643\u0628 : jatuh \u0645\u0646\u0627\u062e\u0631 : hidung-hidung \u062d\u0635\u0627\u0626\u062f : sesuatu Penjelasan Kesulitan Hadits Ini termasuk Isti&#8217;arah Ajibah dan dimaksud di sini adalah sesungguhnya sering tergelincirnya kaki dan perkelahian manusia disebabkan kesalahan lisan mereka, dan akibat perkataan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-256","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadits-23-bahaya-kesalahan-lisan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=256"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/256\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}