{"id":249,"date":"2022-09-12T14:43:03","date_gmt":"2022-09-12T14:43:03","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-16\/"},"modified":"2022-09-12T14:43:03","modified_gmt":"2022-09-12T14:43:03","slug":"hadits-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-16\/","title":{"rendered":"Hadits 16"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><b>Arti Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sabda Nabi Muhammad SAW : \u201cSetiap sholat tidak dibacakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Umm al Kitab <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(Al Fatihah) maka shalat itu kurang (rukunnya).\u201d<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Arti Kata<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0623\u0645 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Al Fatihah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u062e\u062f\u0627\u062c<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Kurang<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Penjelasan Kesulitan Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hadis ini merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Isti&#8217;arah Ajibah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena sesungguhnya Nabi SAW menjadikan sholat yang tidak dibacakan Al Fatihah maka shalat itu kurang (rukunnya) sebagaimana keadaan unta, bila melahirkan anak kurang kejadiannya (cacat) atau kurang masa kelahiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan dikatakan: seseorang menguranginya sholat bila ia tidak membaca Al Fatihah di dalam sholat maka ia adalah orang yang mengurangi (rukun) sholat dan sholatnya kurang (rukunnya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan sebagian ahli bahasa berkata: dikatakan unta itu telah mengurangi (masa melahirkan) bila unta itu melahirkan anaknya sebelum waktu melahirkan walau sempurna kejadiannya, dan unta itu ada kekurangan bila ia melahirkan tidak sempurna kejadiannya walau telah sempurna masa kehamilannya maka seakan-akan Nabi SAW berkata: setiap sholat yang tidak dibacakan Al Fatihah maka sholatnya itu ada kekurangan (rukunnya).<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hadits ini termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tasbih Baligh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena sholat yang ada kekurangannya disamakan dengan unta yang melahirkan anaknya sebelum waktunya, atau yang kejadiannya kurang sempurna. Pemakaian Masdar yaitu \u062e\u062f\u0627\u062c\u00a0 lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Baligh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari pemakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Isim Maf&#8217;ul<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan asal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tasybih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, penyerupaan ialah setiap sholat yang tidak dibacakan Al Fatihah maka ia seperti unta yang ada kekurangannya dengan semua kekurangan dalam segalanya, maka dibuang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wajh al syibah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">adat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> nya.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Keterangan-Keterangan Lainnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut pendapat Imam al Khattabiy dalam kitab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mu&#8217;allim<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. kekurangan pada rukun sholat itu adalah merupakan kekurangan kerusakan shalat dan batal. Orang Arab berpendapat: unta itu ada kekurangan bila ia melahirkan anaknya masih berupa darah, yang kejadiannya belum mencapai 6 bulan, maka ia adalah kekurangan (cacat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Al Nawawi termasuk juga al Khalil Ibn Ahmad, al Asmu&#8217;iy, Abu Hatim al Syistany dan al Harawi dan lain-lainnya berpendapat itu merupakan dua kekurangan : dikatakan \u0627\u0644\u062e\u062f\u0627\u062c<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Unta itu ada kekurangannya bila melahirkan anaknya sebelum waktu melahirkan walau sempurna keadaannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Unta melahirkan anak ada kekurangannya (tidak sempurna) kejadiannya walau masa kelahirannya telah sempurna.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut golongan ahli bahasa adalah bila melahirkan tidak sempurna. Oleh karena itu (yang dimaksud dalam hadis tersebut di atas) kewajiban membaca Al Fatihah pada setiap (rakaat) sholat dan sesungguhnya (rakaat) sholat yang tidak dibacakan Al Fatihah maka ia kurang, rusak dan batal, karena kekurangan itulah yang menjadikan rusaknya (sholat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari pendapat mereka baik unta yang ada kekurangan, melahirkan dengan tidak sempurna kejadiannya atau unta yang mengurangi masa kelahirannya semua itu akan menimbulkan kerusakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dengan pendapat mereka Mazhab al Hanafiyah berpendapat sesungguhnya \u062e\u062f\u0627\u062c itu menunjukkan bolehnya meneruskan sholat karena \u062e\u062f\u0627\u062c itu adalah kurang dan sholat yang kurang masih boleh meneruskan. Hukum Faraid (tidak sempurna) itu menerangkan adanya \u062e\u062f\u0627\u062c\u00a0 atau masih boleh mengganti apa yang kurang atau beda pendapat, sesungguhnya \u062e\u062f\u0627\u062c itu merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ta&#8217;kid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Al Akhofash mengartikan: melahirkan sebelum waktunya walaupun telah sempurna ciptaanNya maka dapat dibuat sebagai hujjah \u0644\u0627\u0635\u0644\u0627\u0629\u00a0 itu adanya tidak sempurna karena kurang itu berbeda atau lawan kata dari sempurna. Saya (Imam Muhammad al Sanusi) berpendapat tidak dapat dijadikan hujjah, karena sesungguhnya kurang itu tidak adanya kesempurnaan dan tidak sah.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kualitas Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bila ditinjau dari sanad hadisnya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Muttasil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, walau ada dua perowi yang tidak ditemukan tahun lahir dan wafatnya, namun menurut Imam Muslim, hadis tersebut adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Muttasil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, perowi perowinya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">thiqoh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (janggal) dan tidak ber-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">illat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, apalagi ditunjang matan yang tidak bertentangan dengan al-Qur&#8217;an, hadis yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">thiqoh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan akal sehat, maka status hadis tersebut adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Shahih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Hadits Sabda Nabi Muhammad SAW : \u201cSetiap sholat tidak dibacakan Umm al Kitab (Al Fatihah) maka shalat itu kurang (rukunnya).\u201d Arti Kata \u0623\u0645 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628 : Al Fatihah \u062e\u062f\u0627\u062c : Kurang Penjelasan Kesulitan Hadits Hadis ini merupakan Isti&#8217;arah Ajibah karena sesungguhnya Nabi SAW menjadikan sholat yang tidak dibacakan Al Fatihah maka shalat itu kurang (rukunnya) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-249","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadits-16-kedudukan-surat-al-fatihah-dalam-sholat"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/249\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}