{"id":241,"date":"2022-09-12T14:34:01","date_gmt":"2022-09-12T14:34:01","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-9\/"},"modified":"2022-09-12T14:34:01","modified_gmt":"2022-09-12T14:34:01","slug":"hadits-9","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-9\/","title":{"rendered":"Hadits 9"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><b>Arti Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sabda Nabi Muhammad SAW: &#8220;Orang mukmin itu cermin bagi saudaranya.&#8221; Dan dalam riwayat lain: &#8220;Cermin saudara orang mukmin dapat dilihat kebaikan dan keburukan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Arti Kata<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0645\u0631\u0623\u0629<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Dengan kaca seseorang dapat dilihat bentuknya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u062d\u0633\u0646\u0629<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Kecantikannya, kecantikan kebalikan dari jelek<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0642\u0628\u062d\u0647<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Kejelekannya<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Penjelasan Kesulitan Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hadis ini merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ta\u015fbih Baligh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Isti&#8217;arah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sedangkan yang dimaksud adalah sesungguhnya orang mukmin dapat memberi nasehat kepada saudaranya yang mukmin adalah orang yang dapat dilihat kedewasaannya (kecerdasannya). Dikatakan juga, orang yang takut terjadi adanya kecacatan pada dirinya maka jadilah ia seperti cermin bagi saudaranya yang dapat dilihat kebaikannya. Kebaikannya semakin bertambah dan ia dapat melihat pula kejelekannya, makanya ia selalu menghindari kejelekannya itu.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hadis tersebut terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tasbih Baligh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena hubungan orang mukmin dengan saudaranya yang mukmin disamakan dengan cermin yang dapat menampakkan bentuk (gambar).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sesungguhnya cermin itu dapat terlihat gambar demikian juga orang-orang mukmin dapat dilihat oleh saudaranya, pengaruh perbuatannya baik itu kebaikan atau keburukan. Dinasehati bila jelek dan dipuji bila baik. Maka jadilah seperti cermin menampakkan gambar baik atau buruk. Asal dari kalimat: orang-orang mukmin itu seperti cermin bagi saudaranya yang mukmin pada penampakan gambar perbuatannya dan dibuang al Adat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">al Tashbih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Wajh<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">al<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">Shibhi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Keterangan-keterangan Lainnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Orang mukmin itu cermin dari orang mukmin dan orang mukmin itu saudaranya orang mukmin sekiranya bila bertemu dengan orang mukmin, ia dapat mencukupi, memenuhi kesulitannya dan menjaga dari belakangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Juga ia dapat melihat saudaranya terhadap apa yang ia tidak dapat melihat kecacatan dirinya sendiri, maka dengan melihat pada saudaranya ia dapat mengetahui kecacatan dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Ibn Main hadis tersebut tidak kuat sedang menurut al Nasa&#8217;i hadis itu Doif, ironinya al Bukhari dan Abu Dawud mengeluarkan dan meriwayatkan hadis ini. Oleh karena itu perlu dicek kebenarannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak jauh dengan pendapat di atas, al- Saharan Furi juga berpendapat bahwa \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646 \u0645\u0631\u0623\u0647 \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646 artinya sesungguhnya kaca itu dapat melihat manusia, apa yang disembunyikan olehnya dari bentuknya (gambarnya) untuk memperbaiki apa yang dibutuhkan untuk perbaikannya, begitu juga orang mukmin pada orang mukmin seperti kaca maka hilanglah cacat pada dirinya disebabkan ia melihat pada saudaranya dan menjadikan sebagai peringatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ibn al Arabi berkata yaitu untuk menjadikan dirinya itu bersih dengan melihat pada kenyataan saudaranya, demikian itu seperti menjadikan cermin.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kualitas Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bila hadis tersebut ditinjau dari sanadnya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">muttasil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> perowinya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">thiqoh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tidak ber-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Illat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shadz<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, apalagi ditunjang matan yang tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih shahih dan&#8217; akal yang sehat maka kualitas hadis tersebut adalah shahih.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Hadits Sabda Nabi Muhammad SAW: &#8220;Orang mukmin itu cermin bagi saudaranya.&#8221; Dan dalam riwayat lain: &#8220;Cermin saudara orang mukmin dapat dilihat kebaikan dan keburukan.&#8221; Arti Kata \u0645\u0631\u0623\u0629 : Dengan kaca seseorang dapat dilihat bentuknya \u062d\u0633\u0646\u0629 : Kecantikannya, kecantikan kebalikan dari jelek \u0642\u0628\u062d\u0647 : Kejelekannya Penjelasan Kesulitan Hadits Hadis ini merupakan Ta\u015fbih Baligh dan Isti&#8217;arah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-241","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadits-9-mukmin-sebagai-cermin"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/241\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}