{"id":239,"date":"2022-09-12T14:32:19","date_gmt":"2022-09-12T14:32:19","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-7\/"},"modified":"2022-09-12T14:32:19","modified_gmt":"2022-09-12T14:32:19","slug":"hadits-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-7\/","title":{"rendered":"Hadits 7"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><b>Arti Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sabda Nabi SAW: Janganlah wanita meminta agar terjadi perceraian saudara perempuannya (perempuan lain) supaya ia (wanita) dapat membalikkan sesuatu pada bejananya (kawin dengan suami saudaranya).<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Arti Kata<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0637\u0644\u0627\u0642<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Terlepas ikatan suami istri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0644\u062a\u0643\u062a\u0642\u0649\u0621<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Supaya dapat membalikkan dan memiringkan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0627\u0646\u0627 \u0626\u0647\u0627<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Tempatnya, bejana<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Penjelasan Kesulitan Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalimat ini merupakan isti&#8217;arah, karena Nabi SAW menghendaki sesungguhnya wanita tidak boleh meminta perceraian saudara perempuannya agar ia (wanita) dapat kawin dengan suami saudaranya, supaya bagian saudara perempuannya mengalir kepada nya dan ia mengambil manfaat darinya (perceraian saudaranya). Maka seakan-akan ia membalikkan sesuatu pada bejananya, maksudnya ia memiringkan bejana pada dirinya maka ia dapat. membalikkan bejana supaya kosong apa yang ada di dalamnya dan ia dapat mengambil bekas darinya. Dikatakan &#8220;bejana telah berbalik bila telah dibalikkan&#8221; dan kosonglah bejana bila telah diminum semuanya atau telah dimakan segalanya.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hadis di atas merupakan isti&#8217;arah tamthiliyah karena keadaan saudara perempuan yang membuat terjadinya perceraian saudara perempuannya dengan suaminya agar ia dapat kawin dengan suaminya, disamakan dengan keadaan seseorang yang membalikkan bejana, lalu mengosongkan isinya kemudian memakan dan meminum semuanya. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wajah shibih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terlepas dari bilangan yang banyak dan ia adalah tasbih. Mengharapkan perceraian (saudara perempuannya) disamakan dengan berusaha membalikkan bejana, terjadinya perceraian disamakan dengan mengosongkan bejana, dan kawin dengan suami saudara perempuannya disamakan dengan makan dan minum segala yang ada pada bejana dan membuat isti&#8217;arah lafadz <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mushabah bih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">meshabah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">isti&#8217;arah tamthiliyah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Keterangan-keterangan Lainnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam keterangan di atas, yang dimaksud saudara perempuan adalah saudara perempuan seagama (Islam) karena perempuan muslimah itu saudara perempuan muslimah. Al Mubarakfuri boleh punya pengertian tentang \u0644\u0627\u062a\u0633\u0623\u0644 \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0637\u0644\u0642 \u0627\u062e\u062a\u0647\u0627\u00a0 ialah tidak perempuan meminta suaminya menceraikan istrinya (madunya) supaya ia dapat memonopoli suaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak jauh berbeda dengan al Mubarakfuri, al Suyuti berpendapat: Tidak boleh wanita yang dilamar meminta orang yang melamar ini menceraikan istrinya dengan berucap &#8220;Aku tak mau dikawin olehmu kecuali aku tak punya madu&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ibn Qoyyim meneruskan riwayat al Bukhori &#8220;Seorang perempuan membuat piring saudara perempuannya kosong&#8221;, merupakan kinayah dimana perempuan itu mengharap apa yang dihasilkan saudara perempuannya (madunya) menjadi miliknya baik berupa nafkah ataupun lainnya.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kualitas Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan meneliti matan hadis, tidak bertentangan dengan Al Quran, hadis-hadis yang lain dan akal sehat maka matan hadis tersebut adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shohih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Apalagi bila meninjau sanad hadis yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">muttasil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, perowi-perowinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">thiqoh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak ber-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">illat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (ada cacat) dan tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shadz<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Ganggal) maka sanad hadis tersebut adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shohih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, walaupun begitu Imam al Turmudhi berpendapat bahwa status hadis itu adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hasan<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">shohih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena Qutaybah pernah meriwayatkan secara sendirian tentang hadis diperbolehkannya menjamak sholat di selain dalam peperangan. Al Turmudhi menilai Qutaybah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sodoq<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berarti kurang kekuatan hafalannya. Bila berpegang pada teori Hasan dan Ibn Hajar maka sanad hadis tersebut adalah hadis hasan bukan dari teori al Turmudhi itu sendiri yang tak menyebutkan kurang ke-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dabit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-annya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Hadits Sabda Nabi SAW: Janganlah wanita meminta agar terjadi perceraian saudara perempuannya (perempuan lain) supaya ia (wanita) dapat membalikkan sesuatu pada bejananya (kawin dengan suami saudaranya). Arti Kata \u0637\u0644\u0627\u0642 : Terlepas ikatan suami istri \u0644\u062a\u0643\u062a\u0642\u0649\u0621 : Supaya dapat membalikkan dan memiringkan \u0627\u0646\u0627 \u0626\u0647\u0627 : Tempatnya, bejana Penjelasan Kesulitan Hadits Kalimat ini merupakan isti&#8217;arah, karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-239","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadits-7-jangan-mengharap-suami-menceraikan-istri-madunya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}