{"id":234,"date":"2022-09-12T14:27:47","date_gmt":"2022-09-12T14:27:47","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-2\/"},"modified":"2022-09-12T14:27:47","modified_gmt":"2022-09-12T14:27:47","slug":"hadits-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadits-2\/","title":{"rendered":"Hadits 2"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li><b>Arti Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sabda Nabi SAW : tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Arti Kata<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u0627\u0644\u064a\u062f : telapak tangan, anggota badan dari ujung jari-jari sampai telapak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u0627\u0644\u0639\u0644\u064a\u0627 : tempat yang mulia, di atas benda yang di bawah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u0627\u0644\u0633\u0641\u0644\u0649 : kebalikan yang di atas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Penjelasan Kesulitan Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perkataan (hadits) ini adalah majas, karena sesungguhnya Nabi SAW menghendaki tangan yang diatas itu adalah&#8221; pemberi&#8221; dan yang di bawah itu adalah&#8221; penerima &#8221; dan napi saw tidak menghendaki arti yang sebenarnya yaitu yang di atas dan yang di bawah, yang naik dan yang turun tetapi Nabi SAW menghendaki pemberi kedudukannya di atas yang menerima. Karena pemberi itu lebih utama, lebih bagus dan lebih indah. Dan ini bukan memberikan hak tapi memberikan pemberian dan permintaan dan juga dimaksud bukan lebih baik agamanya tapi lebih baik pada kemanfaatan terhadap orang yang meminta. Nabi SAW mengkiaskan dua keadaan ini dengan dua tangan karena kebiasaannya dua tangan itu memberi dan menerjemahkan dan dua tangan itu menerima dan mengambil.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemakaian \u0627\u0644\u0639\u0644\u064a\u0627 (tangan yang di atas) pada pemberi dan \u0627\u0644\u0633\u0641\u0644\u0649 (tangan yang dibawah) pada penerima dalam merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">isti&#8217;arah tasri&#8217;iyyah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">karena serupanya tangan pemberi dalam keutamaannya dengan tangan yang di atas dan tangan yang menerima dalam kerendahannya dengan tangan yang di bawah. Maksudnya, sesungguhnya pemberi itu tidak mesti mengangkat tangan di atas tangan yang lain sehingga ada yang di atas ada yang di bawah, tetapi kadang-kadang tangan yang menerima atau mengambil itu lebih tinggi keadaannya waktu mengambil.<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Keterangan-keterangan Lainnya<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u0627\u0644\u064a\u062f \u0627\u0644\u0639\u0644\u064a\u0627 adalah yang memberi nafkah atau sesuatu pemberian, \u0627\u0644\u064a\u062f \u0627\u0644\u0633\u0641\u0644\u0649 adalah yang meminta. Maka orang yang memberi nafkah atau pemberian itu lebih baik daripada orang yang meminta atau menerima pemberian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hadis itu Diteruskan dengan \u0644\u0627 \u0635\u062f\u0642\u0629 \u0625\u0644\u0627 \u0639\u0646 \u0638\u0647\u0631 \u063a\u0646\u0649 &#8221; tidak ada shodaqoh yang sempurna kecuali dari orang yang kaya &#8221; maka sebaliknya sedekah itu dari orang yang kaya. Orang masih membutuhkan atau orang yang wajib menafkahi atau orang yang punya hutang tidak dianjurkan bershodaqoh. Para ulama sepakat orang yang punya hutang tidak diperbolehkan bershodaqoh dengan hartanya sampai meninggalkan membayar hutang. Bila kreditor makan dari hasil hartanya, dan ada tanda kekuatan untuk membayar hutang serta ia sabar maka ia boleh bershodaqoh. Menurut Imam Nawawi bersodaqoh dengan semua harta itu disunahkan bagi orang yang tak punya hutang, tak punya keluarga yang tak sabar dan yang sabar dari kesempitan hidup dan kefakiran, maka bila tidak terkumpul syarat-syarat tersebut maka sedekah itu dimakruhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Al Qurtubi berpendapat sedekah itu utama bila setelah melaksanakan hak-hak diri dan keluarga sekiranya setelah bersedekah ia tidak membutuhkannya. Yang dimaksud dengan \u0627\u0644\u063a\u0646\u0649 dalam hadis tersebut adalah hasilnya sesuatu yang dapat menolak kebutuhan yang dibutuhkan seperti makan ketika lapar yang merupakan pangkal, tidak sabar, menutup aurat, butuh menolak sesuatu yang menyakitkan. Bila seperti ini maka tidak boleh, bahkan haram. Demikian itu bila pengaruhnya dapat mencelakakan jiwa menyulitkan dan terbukanya aurat menjaga hal itu lebih utama pada setiap hal. Maka ketika gugur kewajiban itu sahlah shodaqoh tersebut bahkan lebih utama untuk menumpas kefakiran dan kesulitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Men-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tasaruf<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-kan harta kepada orang lain yang dibolehkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">syara&#8217; <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ada tiga hal:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meninggalkan harta untuk ahli waris lebih utama daripada bershodaqoh. Hal ini ditunjang oleh hadits Abi Sa&#8217;id &#8221; bersedekahnya seseorang dengan satu Dirham di waktu hidupnya itu lebih utama daripada bersodaqoh dengan 100 dirham ketika meninggalnya.&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Paling utama sedekah yaitu engkau bersedekah sedang engkau senang dengan harta itu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bakhilnya orang kaya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Kualitas Hadits<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut muslim adalah hadis sahih sedang menurut Al turmudi adalah lewat Hasan Shahih gharib. Dikatakan ghorib karena hanya lewat perawi yang bernama Bayan dari Qais, dikatakan Hasan menurut penulis karena Qataybah itu kurang ke hafalannya. Dikatakan Shahih karena kebanyakan ulama hadis mengatakan perawi-perawinya adalah <em>tsiqah<\/em>. Dengan demikian status tersebut bukan mengikuti teori Hasan menurut Al turmidi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Hadits Sabda Nabi SAW : tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Arti Kata \u0627\u0644\u064a\u062f : telapak tangan, anggota badan dari ujung jari-jari sampai telapak. \u0627\u0644\u0639\u0644\u064a\u0627 : tempat yang mulia, di atas benda yang di bawah. \u0627\u0644\u0633\u0641\u0644\u0649 : kebalikan yang di atas. Penjelasan Kesulitan Hadits Perkataan (hadits) ini adalah majas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-234","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadits-2-pemberi-lebih-mulia-daripada-penerima"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}