{"id":191,"date":"2022-08-30T14:41:25","date_gmt":"2022-08-30T14:41:25","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadis-mudallas\/"},"modified":"2022-08-30T14:41:25","modified_gmt":"2022-08-30T14:41:25","slug":"hadis-mudallas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/hadis-mudallas\/","title":{"rendered":"Hadis Mudallas"},"content":{"rendered":"<p>Kata\u00a0<em>Mudallas\u00a0<\/em>merupakan\u00a0<em>isim maf\u2019ul\u00a0<\/em>dari kata\u00a0<em>tadlis\u00a0<\/em>yang berarti gelap. Hadits ini dinamakan demikian dikarnakan mengandung kesamaran dan ketutupan. Secara istilah hadits\u00a0<em>mudallas\u00a0<\/em>adalah:<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\ufee3\ufe8e\ufead\ufeed\ufeef \ufecb\ufee0\ufef0 \ufeed\ufe9f\ufeea \ufef3\ufeee\ufeeb\ufee2 \ufe83\ufee7\ufeea \ufefb\ufecb\ufef4\ufe90<\/p>\n<p><em>\u201cHadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan bahwa hadits itu tidak ternoda\u201d<\/em><\/p>\n<p>Hadits\u00a0<em>mudallas\u00a0<\/em>terbagi menjadi tiga yaitu;<\/p>\n<p>Pertama,\u00a0<em>mudallas isnad<\/em>\u00a0yaitu hadits yang disampaikan oleh seorang\u00a0<em>rawi<\/em>\u00a0dari orang yang sezaman dengannya dan ia bertemu dengan orang tersebut, tetapi ia tidak mendengar hadits yang diriwayatkan itu darinya atau orang yang semasa dengannya tetapi ia seolah-olah mendengar darinya.<\/p>\n<p>Kedua,\u00a0<em>mudallas syuyukh<\/em>\u00a0yaitu hadits yang diriwayatkan seorang rawi dari gurunya dengan menyebut nama kuniyahnya, mana keturunannya atau mensifati gurunya dengan sifat-sifat yang tidak atau belum dikenal orang banyak.<\/p>\n<p>Ketiga,\u00a0<em>mudallas taswiyah<\/em>\u00a0yaitu bila seorang rawi meriwayatkan dari perawinya yang\u00a0<em>tsiqah<\/em>\u00a0yang oleh guru tersebut diterima oleh guru yang lemah dan guru yang lemah ini menerima dari guru yang tsiqah tapi si\u00a0<em>mudalis<\/em>\u00a0meriwayatkan tanpa menyebut nama rawi yang lemah bahkan ia meriwayatkan dengan\u00a0<em>lafaz<\/em>\u00a0yang mengandung pengertian bahwa semua perawinya\u00a0<em>tsiqah<\/em>.<\/p>\n<p>Mengenai kehujjahan hadis Mudallas ini, secara umum para ulama menyatakan tidak dapat dijadikan hujjah. Namun diantara para ulama ada yang menyatakan bahwa hadis jenis ini\u00a0<em>Tadlis Al-Isnad\u00a0<\/em>dapat dijadikan hujjah.<\/p>\n<p><a class=\"ui-link\" href=\"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/kelima#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a>\u00a0<em>Ibid.<\/em><\/p>\n<p><a class=\"ui-link\" href=\"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/kelima#_ftnref2\" name=\"_ftn2\">[2]<\/a>\u00a0Solahudin dan Agus Suyadi,\u00a0<em>op. cit.\u00a0<\/em>hlm. 154.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata\u00a0Mudallas\u00a0merupakan\u00a0isim maf\u2019ul\u00a0dari kata\u00a0tadlis\u00a0yang berarti gelap. Hadits ini dinamakan demikian dikarnakan mengandung kesamaran dan ketutupan. Secara istilah hadits\u00a0mudallas\u00a0adalah: \ufee3\ufe8e\ufead\ufeed\ufeef \ufecb\ufee0\ufef0 \ufeed\ufe9f\ufeea \ufef3\ufeee\ufeeb\ufee2 \ufe83\ufee7\ufeea \ufefb\ufecb\ufef4\ufe90 \u201cHadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan bahwa hadits itu tidak ternoda\u201d Hadits\u00a0mudallas\u00a0terbagi menjadi tiga yaitu; Pertama,\u00a0mudallas isnad\u00a0yaitu hadits yang disampaikan oleh seorang\u00a0rawi\u00a0dari orang yang sezaman dengannya dan ia bertemu dengan orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[117],"tags":[],"class_list":["post-191","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadis-mudallas"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}