{"id":165,"date":"2022-08-30T14:07:06","date_gmt":"2022-08-30T14:07:06","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/rawinya-bersifat-dhabith\/"},"modified":"2022-08-30T14:07:06","modified_gmt":"2022-08-30T14:07:06","slug":"rawinya-bersifat-dhabith","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/rawinya-bersifat-dhabith\/","title":{"rendered":"Rawinya Bersifat Dhabith"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"pkh-single-title\"><\/h1>\n<div class=\"pkh-single-content\">\n<p>Secara bahasa, <em>dhabith<\/em>\u00a0berarti,\u00a0 yang kokoh, yang kuat, yang tepat, yang hafal dengan sempurna. Seorang perawi dikatakan\u00a0<em>dhabit\u00a0<\/em>apabila perawi tersebut mempunyai daya ingatan dengan sempurna terhadap hadis\u00a0<em>yang\u00a0<\/em>diriwayatkannya.<\/p>\n<p>Orang dikatakan\u00a0<em>dhabith,<\/em>\u00a0bukan berarti ia terhindar sama sekali dari kekeliruan atau kesalahan. Sebagai manusia, kemungkinan berbuat salah dan keliru sangatlah wajar. Namun, kekeliruan ini tidak terjadi berulang kali. Oleh karenanya, yang demikian itu tidak dianggap sebagai orang yang kurang kuat ingatannya. Rawi yang\u00a0<em>\u2018adil\u00a0<\/em>dan sekaligus\u00a0<em>dhabith\u00a0<\/em>disebut\u00a0<em>tsiqot.<\/em><\/p>\n<p>Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, dhabith dimaknai sebagai orang yang kuat hafalannya tentang apa yang telah didengarnya dan mampu menyampaikan hafalannya itu kapan saja bila menghendaki.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara bahasa, dhabith\u00a0berarti,\u00a0 yang kokoh, yang kuat, yang tepat, yang hafal dengan sempurna. Seorang perawi dikatakan\u00a0dhabit\u00a0apabila perawi tersebut mempunyai daya ingatan dengan sempurna terhadap hadis\u00a0yang\u00a0diriwayatkannya. Orang dikatakan\u00a0dhabith,\u00a0bukan berarti ia terhindar sama sekali dari kekeliruan atau kesalahan. Sebagai manusia, kemungkinan berbuat salah dan keliru sangatlah wajar. Namun, kekeliruan ini tidak terjadi berulang kali. Oleh karenanya, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[88],"tags":[],"class_list":["post-165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-para-perawi-bersifat-dhabith"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}