{"id":157,"date":"2022-08-30T13:52:50","date_gmt":"2022-08-30T13:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/pengertian-hadis-aziz\/"},"modified":"2022-08-30T13:52:50","modified_gmt":"2022-08-30T13:52:50","slug":"pengertian-hadis-aziz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/pengertian-hadis-aziz\/","title":{"rendered":"Pengertian Hadis \u2018Aziz"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"pkh-single-title\"><\/h1>\n<div class=\"ui-panel-wrapper\">\n<div id=\"pkh-wrap-single\" class=\"ui-content\" role=\"main\">\n<div id=\"pkh-single\">\n<div class=\"ui-body ui-body-a ui-corner-all\">\n<div class=\"pkh-single-content\">\n<p>Kata Aziz dalam bahasa Arab berasal dari kata Azza ya Izzu\u00a0 yang berarti sedikit atau jarang dan kata Azza ya Azzu yaitu yang berarti kuat dan sangat. Disebut demikian karena hadis kategori ini sedikit adanya dan jarang atau karena kuat dengan adanya sanad yang datang dari jalur lain.\u00a0 sedangkan menurut istilah hadis Aziz adalah :<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\ufe8d\ufee6 \ufefb\ufef4\ufed8\ufedd \ufead\ufeed\ufe8d\ufe97\ufeea \ufecb\ufee6 \ufe8d\ufe9c\ufee8\ufef4\ufee6 \ufed4\ufef0 \ufe9f\ufee4\ufef4\ufeca \ufec4\ufe92\ufed8\ufe8e\ufe96 \ufe8d\ufee0\ufeb4\ufee7\ufeaa<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p><em>\u201cHadis yang pada thabaqah sanadnya tidak kurang dari dua orang periwayat\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Definisi kedua menunjukkan bahwa tiap tingkatan sanad hadits Aziz tidak kurang dari dua orang periwayat. karena itu, jika pada salah satu tingkatan sanadnya terdapat tiga orang periwayat atau lebih maka tetap dinamakan hadits Aziz.<\/p>\n<p>Contoh hadis aziz:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\ufecb\ufee6 \ufe8d\ufee8\ufeb2 \ufeae\ufebf\ufef2 \ufe8d\ufdf2 \ufecb\ufee6 \ufe8d\ufee0\ufee8\ufe92\ufef2 \ufebc\ufedf\ufef0 \ufe8d\ufdf2 \ufecb\ufee0\ufef4\ufeea \ufeed\ufeb4\ufedf\ufee2 : \ufefb \ufef4\ufe86\ufee4\ufee5 \ufe83\ufea4\ufea9\ufedc\ufee1 \ufea4\ufe98\ufef0 \ufe83\ufedc\ufeee\ufee5 \ufe8d\ufea4\ufe8f \ufe8d\ufee0\ufef4\ufeea \ufee4\ufee5 \ufeed\ufe8d\ufee0\ufeaa\ufee9 \ufeee\ufeed\ufee0\ufeaa\ufee9 \ufeee\ufe8d\ufee0\ufee8\ufe8e\ufeb2 \ufe8d\ufea0\ufee4\ufecc\ufef4\ufee6<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Dari Anas R.A. dari Nabi SAW. :\u00a0<em>\u201cTidaklah beriman seseorang di antara kamu sekalian, sehingga aku lebih dicintai dari pada dirinya, orang tuanya, anaknya dan semua manusia.\u201d (HR Bukhari dan Muslim).<\/em><\/p>\n<p>Hadis tersebut diterima oleh Anas bin Malik dari Rasulullah SAW., kemudian hadis tersebut diriwayatkan oleh Qatadah dan Abdul Aziz ibn Suhaib dari Anas, kemudian Qatadah meriwayatkan kepada dua orang, yaitu Syu\u2019bah dan Husain said. Lalu Hadis dari Abdul Aziz diriwayatkan oleh dua orang, yaitu Abdul al-Waris dan Ismail ibn \u2018Ulaiyah. Dan dari mereka berdua hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak periwayat, lalu Kemudian hadis dari Husain diriwayatkan oleh Yahya bin Said dan dari Syu\u2019bah diriwayatkan oleh Adam Muhammad bin Ja\u2019far dan juga oleh Yahya bin Said. Adapun hadis dari Ismail diriwayatkan oleh Zuhair bin Harb dari Abdul al-Waris diriwayatkan oleh Syaiban bin Abi Syaiban. Dari Yahya diriwayatkan oleh Masdad dan dari Ja\u2019far diriwayatkan oleh Ibn al-Mujana dan Ibn Basyar, yang akhirnya sampai kepada al-Bukhari dan Muslim.<\/p>\n<p>Hadis Aziz tak jauh beda dengan hadis masyhur yaitu ada hadis Aziz yang\u00a0<em>Shahih, Hasan, Dhaif dan Maudu\u2019<\/em>tergantung pada keberadaan sanad dan matan hadis yang bersangkutan. Karean itu tidak semua hadis Aziz itu Shahih dan tidak pula setiap hadis Shahih adalah Aziz.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata Aziz dalam bahasa Arab berasal dari kata Azza ya Izzu\u00a0 yang berarti sedikit atau jarang dan kata Azza ya Azzu yaitu yang berarti kuat dan sangat. Disebut demikian karena hadis kategori ini sedikit adanya dan jarang atau karena kuat dengan adanya sanad yang datang dari jalur lain.\u00a0 sedangkan menurut istilah hadis Aziz adalah : [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-157","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadis-aziz"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}