{"id":151,"date":"2022-08-30T13:36:01","date_gmt":"2022-08-30T13:36:01","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/syarat-syarat-hadis-mutawatir\/"},"modified":"2022-08-30T13:36:01","modified_gmt":"2022-08-30T13:36:01","slug":"syarat-syarat-hadis-mutawatir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/syarat-syarat-hadis-mutawatir\/","title":{"rendered":"Syarat-Syarat Hadis Mutawatir"},"content":{"rendered":"<p>Berdasarkan definisi hadis Mutawatir di atas, para Ulama Hadis menyepakati bahwa dapat dikatakan hadis mutawatir apabila memenuhi kriteria sebagai berikut, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Diriwayatkan oleh rawi yang banyak. Menurut para pendapat Ulama terdapat perbedaan batasan minimal, ada yang memberi batasan minimal empat, lima, tujuh, sembilan bahkan sampai tiga ratus.\u00a0<em>jumhur Ulama Hadis<\/em>\u00a0termasuk imam al-Suyuthi bersepakat memberikan batasan minimal yaitu sepuluh perawi. Begitupun dengan Muhammad Thahan yang menyatakan dengan jumlah sepuluh.<\/li>\n<li>Mustahil secara logika atau adat mereka sepakat berdusta. Dari syarat kedua ini bahwa di antara mereka tidak mungkin melakukan kesepakatan berdusta.<\/li>\n<li>Jumlah banyak itu terjadi pada setiap lapisan sanad dari awal sampai akhir. Kriteria yang ketiga dari hadis mutawatir yaitu harus adanya kesamaan atau keseimbangan jumlah sanad pada tiap\u00a0<em>Thabaqat\u00a0<\/em>(generasi\/tingkatan) periwayatnya.<\/li>\n<li>Dan Sandaran berita berdasar pada Indra.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan definisi hadis Mutawatir di atas, para Ulama Hadis menyepakati bahwa dapat dikatakan hadis mutawatir apabila memenuhi kriteria sebagai berikut, yaitu: Diriwayatkan oleh rawi yang banyak. Menurut para pendapat Ulama terdapat perbedaan batasan minimal, ada yang memberi batasan minimal empat, lima, tujuh, sembilan bahkan sampai tiga ratus.\u00a0jumhur Ulama Hadis\u00a0termasuk imam al-Suyuthi bersepakat memberikan batasan minimal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":457,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-151","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-syarat-syarat-hadis-mutawatir"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/al-majaazaat-al-nabawiyyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}