Hadis 3


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ (رواه المسلم :75)

Artinya: dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja  yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia tidak akan menyakiti tetangganya. Siapa saja  yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia akan memuliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.'”( H.  Muslim 75).

Hadis yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah ini menjelaskan tentang ciri- ciri orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir ada 3. Yang pertama adalah larangan berbuat jahat kepada Tetangga, sedangkan yang kedua adalah perintah untuk memuliakan Tamunya, dan yang ketiga adalah perintah untuk memelihara lisan sehingga lisannya tidak mengucapkan ssesuatu yang kotor bahkan ia lebih memilih diam daripada mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Adapun yang membedakan riwayat muslim dengan riwayat muslim adalah kata ليسكت yaitu suruhan untuk diam.

Adapun perbedaan makna ليسكت dengan لِيَصْمُتْ adalah ليسكت ( diam yang menekankan berhenti berbicara), sedangkan لِيَصْمُتْ ( menekankan pada keadaan tidak berbicara lebih mendalam, bisa karena pilihan yang kuat atau kondisi tertentu).