عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا كُنْتُمْ ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ صَاحِبِهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ ». رَوَاهُ ابْنُ ماجه : 3907)
Artinya ; Dari Abdullah (bin Mas’ud) RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang di antara kalian berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga, karena hal itu dapat membuatnya bersedih.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah, no. 3907).
Isi kandungan hadis tersebut adalah (1). Larangan berbisik antara dua orang apabila berada dalam kelompok tiga orang: Islam melarang dua orang berbisik atau berbicara rahsia ketika bersama orang ketiga, tanpa melibatkannya, kerana ia boleh menimbulkan rasa tersisih atau prasangka buruk.(2) Menjaga perasaan orang lain adalah penting dalam Islam :Hadis ini menunjukkan keprihatinan Islam terhadap perasaan manusia dan menganjurkan agar kita tidak menyakiti hati orang lain, walaupun secara tidak langsung. (3) Mengelakkan prasangka dan syak wasangka,: Berbisik antara dua orang dalam kumpulan boleh menyebabkan orang ketiga merasa curiga atau disisihkan, yang akhirnya menimbulkan perpecahan atau kebencian.(4) Mengajar adab dalam pergaulan dan majlis: Hadis ini juga mendidik umat Islam tentang etika dalam bersosial agar sentiasa menjaga keharmonian dan kasih sayang antara satu sama lain. Hadis ini mengajarkan tentang adab dalam pergaulan sosial, dan bertamu khususnya menjaga perasaan orang lain agar tidak merasa dikucilkan, karena akan timbul fikiran negatif apabila kita sedang bertamu dan kita berbisik- bisik tuan rumah akan tersinggung tentang apa yang dibisikkan.