عَنْ أَنَسٍ قَالَ: انْتَهَى إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا غُلَامٌ فِي الْغِلْمَانِ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي فَأَرْسَلَنِي بِرِسَالَةٍ وَقَعَدَ فِي ظِلِّ جِدَارٍ أَوْ قَالَ إِلَى جِدَارٍ حَتَّى رَجَعْتُ إِلَيْهِ (رواه أبو داود: 5203)
Artinya; Anas berkata: “Rasulullah SAW mendatangi kami saat aku masih anak-anak di antara anak-anak lain, lalu beliau memberi salam kepada kami. Kemudian beliau memegang tanganku, mengutusku untuk menyampaikan suatu pesan, dan beliau duduk di bawah naungan tembok atau beliau berkata: di dekat tembok hingga aku kembali kepadanya.” (Hadis Riwayat Abu Dawud, no. 5203).
Hadis riwayat Anas ini menjelaskan tentang bahwa Rasul apabila bertemu dengan orang lain baik itu orang dewasa ataupun anak- anak Rasul tetap mengucapkan salam. Rasul juga mengajarkan cara bersikap lembut, menghormati, dan memberi salam kepada anak-anak. Ini menunjukkan bahwa anak-anak dipandang mulia dan pantas dihormati dalam Islam.