Hadis 29


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ (رواه البخاري: 3370)

[ش – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ فِي الْأَشْرِبَةِ بَابُ لَا يَعِيبُ الطَّعَامَ رَقْمُ 2064. (قَطُّ) هِيَ ظَرْفُ زَمَانٍ لِاسْتِغْرَاقِ الْمَاضِي أَيْ فِي أَيِّ زَمَنٍ مَضَى وَانْقَطَعَ]

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak, beliau meninggalkannya (tanpa mencela).” (HR. al- Bukhari, no. 3370)

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab al-Ashriba (Minuman), Bab Larangan Mencela Makanan, hadis nomor 2064.
Kata (قَطّ) adalah zharf zaman (keterangan waktu) yang menunjukkan seluruh masa lalu,artinya: “pada waktu kapan pun yang telah berlalu dan telah berakhir (selamanya tidak pernah terjadi)”

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasul tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan kepadanya, apabila ia suka makai a akan memakannya dan jika ia tidak suka makai a akan meninggalkannya tanpa mencela makanan tersebut. Adapun Kata (قَطّ) adalah zharf zaman (keterangan waktu) yang menunjukkan seluruh masa lalu,artinya: “pada waktu kapan pun yang telah berlalu dan telah berakhir (selamanya tidak pernah terjadi)”