Hadis 28


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ: نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي قَالَ فَقَرَّبْنَا إِلَيْهِ طَعَامًا وَوَطْبَةً فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى (قَالَ شُعْبَةُ هُوَ ظَنِّي وَهُوَ فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ إِلْقَاءُ النَّوَى بَيْنَ الْإِصْبَعَيْنِ) ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ اللَّهَ لَنَا فَقَالَ: (اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ) (رواه مسلم: 2042)

[ش – (وَطْبَةً) بِالْوَاوِ وَإِسْكَانِ الطَّاءِ وَهَكَذَا رَوَاهُ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ رَاوِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ شُعْبَةَ وَالنَّضْرُ إِمَامٌ مِنْ أَئِمَّةِ اللُّغَةِ وَفَسَّرَهُ النَّضْرُ فَقَالَ الْوَطْبَةُ الْحَيْسُ يُجْمَعُ التَّمْرُ الْبَرْنِيُّ وَالْأَقِطُ الْمَدْقُوقُ وَالسَّمْنُ (وَيُلْقِي النَّوَى بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ) أَيْ يَجْعَلُهُ بَيْنَهُمَا لِقِلَّتِهِ وَلَمْ يُلْقِهِ فِي إِنَاءِ التَّمْرِ لِئَلَّا يَخْتَلِطَ بِالتَّمْرِ وَقِيلَ كَانَ يَجْمَعُهُ عَلَى ظَهْرِ الْإِصْبَعَيْنِ ثُمَّ يَرْمِي بِهِ)]

Artinya: Dari Abdullah bin Busr RA, ia berkata: “Rasulullah SAW pernah singgah di rumah ayahku, lalu kami menyajikan makanan dan sepotong daging kepada beliau. Beliau memakannya, kemudian diberi kurma, lalu beliau makan kurma tersebut dan membuang bijinya di antara jari-jarinya, yaitu dengan menjepit biji kurma tersebut antara jari telunjuk dan jari tengah. Kemudian diberi minuman dan beliau meminumnya, lalu beliau menyerahkannya kepada orang yang berada di sebelah kanannya. Ayahku berkata: ‘Peganglah tali kekang unta dan doakanlah untuk kami.’ Lalu Nabi SAW berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah berkah kepada mereka atas apa yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.'” (HR. Muslim, no. 146).

وطبة” dengan waaw dan sukun pada ta’ seperti yang diriwayatkan oleh an-Nadr bin Shumayl (perawi hadis ini dari Shuba). An-Nadr bin Shumayl adalah seorang imam dalam ilmu bahasa Arab dan menjelaskan bahwa “الوطبة” (Watbah) adalah hiss, yaitu campuran kurma (tamr), keju kering (aqt), dan ghee (samin) yang dihancurkan bersama. Ini adalah makanan tradisional yang sering dikonsumsi pada zaman Nabi SAW. ويلقي النوى بين إصبعيهArtinya, Nabi SAW meletakkan biji kurma di antara dua jari beliau, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Hal ini dilakukan karena sedikitnya biji kurma yang dibuang, dan beliau tidak meletakkannya dalam wadah khusus agar tidak tercampur dengan kurma yang dimakan.
Ada juga pendapat bahwa beliau mengumpulkan biji kurma di punggung jari beliau, lalu melemparkannya.

Hadis ini menjelaskan makanan Nabi Muhammad saw yang Sederhana namun berkualitas: Makanan Nabi SAW, seperti watbah, adalah contoh makanan yang sederhana, namun penuh dengan nilai gizi yang baik. Selanjutnya Kebersihan dalam makan: Bahkan dalam hal-hal kecil seperti membuang biji kurma, Nabi SAW selalu menjaga kebersihan dan keteraturan. Memperhatikan adab dalam setiap aspek kehidupan: Dari cara makan hingga membuang biji, Nabi SAW mengajarkan kita untuk selalu menjaga adab dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang terpenting adalah apabila telah diberikan hidangan hendaklah kita mendoakan orang yang memeberi hidangan tersenbut.