Hadis 20


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ. قَالَ: اسْتَأْذَنَ أَبُوْ مُوسَى عَلَى عُمَرَ فَقَالَ السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَ أَدْخُلُ؟ قَالَ عُمَرُ وَاحِدَةً ثُمَّ سَكَتَ سَاعَةَ ثُمَّ قَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ الأَدْخُلُ ؟ قَالَ عُمَرُ اثْنَتَانِ ثُمَّ سَكَتَ سَاعَةَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أدْخُلُ؟ فَقَالَ عُمَرُ ثَلَاثَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ عُمَرُ لِلْبَوَّابِ مَا صَنَعَ قَالَ رَجَعَ قَالَ عَلَيَّ بِهِ فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ مَا هَذَا الَّذِي صَنَعْتُ ؟ قَالَ السُّنَّةُ قَالَ السُّنَةَ ؟ وَالله لَتَأْتِيَنَّي عَلَى هَذَا بُرْهَانِ أَوْ بَيِّنَةٍ أَوْ لَأَفْعَلَنَّ بِكَ قَالَ فَأَتَانَا وَنَحْنُ رَفَقَةٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَسْتُمْ أَعْلَمُ النَّاسِ بِحَدِيْثِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ أَلَمْ يَقُلْ رَسُولَ اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الا اسْتَبْدَانُ ثَلَاثَ فَإِنْ أَذِنَ لَكَ وَإِلَّا فَارْجِعْ فَجَعَلَ الْقَوْمُ يُمَازِحُونَهُ قَالَ أَبُوْ سَعِيدٍ ثُمَّ رَفَعْتُ رَأْسِي إِلَيْهِ فَقُلْتُ فَمَا أَصَابَكَ فِي هَذَا مِنَ الْعُقُوبَةِ فَأَنَّاشَرِيكَ قَالَ فَأَتَى عُمَرَ فَأَحْبَرَهُ بِذلِكَ فَقَالَ عُمَرُ مَا كُنْتُ عَلِمْتُ بِهَذَا (رَوَاهُ التَّرْمِذِي: 2615)

Artinya; Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: “Abu Musa al-Asy’ari meminta izin kepada Umar bin Khattab untuk masuk. Ia mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Satu kali.’ Kemudian ia diam sejenak. Abu Musa kembali mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Dua kali.’ Ia diam lagi. Abu Musa mengucapkan salam untuk ketiga kalinya, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Tiga kali.’ Kemudian Abu Musa pergi. Umar bertanya kepada penjaga pintu, ‘Apa yang dilakukan oleh Abu Musa?’ Penjaga menjawab, ‘Ia pergi.’ Umar berkata, ‘Panggil dia kemari.’ Ketika Abu Musa datang, Umar berkata, ‘Apa yang kamu lakukan tadi?’ Abu Musa menjawab, ‘Saya mengikuti sunnah.’ Umar berkata, ‘Sunnah? Demi Allah, kamu akan mendatangkan bukti atau aku akan melakukan sesuatu padamu.’ Kemudian datanglah Abu Musa bersama sekelompok sahabat dari kalangan Anshar. Umar bertanya kepada mereka, ‘Wahai sekalian Anshar, bukankah kalian adalah orang yang paling mengetahui hadits-hadits Rasulullah SAW?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Umar melanjutkan, ‘Bukankah Rasulullah saw bersabda, “Minta izin itu tiga kali, jika diizinkan maka masuklah, jika tidak maka kembalilah.”’ Mereka menjawab, ‘Benar.’( HR al- Tirmidzi: 2615

Artinya; Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: “Abu Musa al-Asy’ari meminta izin kepada Umar bin Khattab untuk masuk. Ia mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Satu kali.’ Kemudian ia diam sejenak. Abu Musa kembali mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Dua kali.’ Ia diam lagi. Abu Musa mengucapkan salam untuk ketiga kalinya, ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’ Umar menjawab, ‘Tiga kali.’ Kemudian Abu Musa pergi. Umar bertanya kepada penjaga pintu, ‘Apa yang dilakukan oleh Abu Musa?’ Penjaga menjawab, ‘Ia pergi.’ Umar berkata, ‘Panggil dia kemari.’ Ketika Abu Musa datang, Umar berkata, ‘Apa yang kamu lakukan tadi?’ Abu Musa menjawab, ‘Saya mengikuti sunnah.’ Umar berkata, ‘Sunnah? Demi Allah, kamu akan mendatangkan bukti atau aku akan melakukan sesuatu padamu.’ Kemudian datanglah Abu Musa bersama sekelompok sahabat dari kalangan Anshar. Umar bertanya kepada mereka, ‘Wahai sekalian Anshar, bukankah kalian adalah orang yang paling mengetahui hadits-hadits Rasulullah SAW?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Umar melanjutkan, ‘Bukankah Rasulullah saw bersabda, “Minta izin itu tiga kali, jika diizinkan maka masuklah, jika tidak maka kembalilah.”’ Mereka menjawab, ‘Benar.’( HR al- Tirmidzi: 2615)

Hadis ini mengajarkan adab dalam meminta izin untuk masuk ke rumah seseorang, yaitu dengan mengucapkan salam dan menunggu jawaban. Jika tidak ada jawaban setelah tiga kali, maka sebaiknya pergi dan tidak memaksakan diri untuk masuk. Hal ini menunjukkan pentingnya menghormati privasi orang lain dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam berinteraksi sosial.