عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ رَضِيَهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ (رواه مسلم: 2064)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
قَالَ أَبُو بَكْرٍ نُخَالِفُ فِيهِ يَقُولُونَ عَنْ أَبِي حَازِم
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya (tanpa mencela).”( HR Muslim: 2064).
Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Mu‘awiyah, dari al-A‘mash, dari Abu Yahya, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW dengan lafaz yang sama (seperti riwayat sebelumnya).”
Abu Bakar berkata: “Kami berselisih dalam hal ini. Ada yang mengatakan (riwayat ini) dari Abu Hazim.”
Syaikh al-Albani berkata: “Hadis ini shahih.”
Hadis yang menyebut bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan (meskipun ada beberapa jalur periwayatan) mengandung beberapa pelajaran penting, yaitu: Akhlak Rasulullah SAW terhadap makanan sangat mulia Beliau tidak pernah mencela atau mengkritik makanan, apapun jenisnya. Ini menunjukkan kesopanan, kerendahan hati, dan rasa syukur beliau terhadap rezeki yang Allah berikan. Jika menyukai, dimakan; jika tidak, ditinggalkan tanpa celaan Rasulullah SAW mengajarkan sikap bijak dalam bersikap terhadap makanan: Jika sesuai selera dimakan. Jika tidak sesuai ditinggalkan tanpa ucapan negatif.
Ini menanamkan nilai toleransi dan sopan santun dalam pergaulan, khususnya terhadap orang yang menyediakan makanan.