Hadis 8


عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ. وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَ صَاحِبِهِ حَتَّى يُحْرِجَهُ. الضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ. وَمَا أُنْفِقَ عَلَيْهِ بَعْدَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فَهُوَ صَدَقَةٌ ) »( رواه ابن ماجه: 3675)

(وَجَائِزَتُهُ) الْجَائِزَةُ الْعَطِيَّةُ أَيْ لِيَتَكَلَّفَ فِي الْيَوْمِ الْأَوَّلِ بِمَا اتَّسَعَ لَهُ مِنْ بِرٍّ وَأَلْطَافٍ. وَفِي الْيَوْمِ الثَّانِي وَالثَّالِثِ يَكْفِي الطَّعَامُ الْمُعْتَادُ. (يَثْوِي) مِنْ ثَوَى بِالْمَكَانِ أَيْ أَقَامَ بِهِ. (يُحْرِجُهُ) مِنَ الْإِحْرَاجِ أَوِ التَّحْرِيجِ. وَالْحَرَجُ هُوَ الضِّيقُ أَيْ حَتَّى يَضِيقَ عَلَيْهِ. ]

Artinya: Dari Abu Syuraih al-Khuzā‘ī, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Hadiah kehormatannya adalah sehari semalam. Dan tidak halal baginya (si tamu) menetap di rumah saudaranya hingga memberatkannya. Jamuan tamu itu selama tiga hari. Adapun apa yang diberikan setelah tiga hari, maka itu adalah sedekah.( HR  Ibn Mājah, no. 3675).

Hadis riwayat Abu Syuraih Al-‘Adawi ini menjelaskan tentang ketika Rasulullah saw menjelaskan tentang ciri- ciri orang yang beriman kepada Allah dan yang beriman kepada hari Akhir yaitu terbagi kepada tiga . lalu seorang sahabat bertanya kepada rasul tentang jamuan yang diberikan kepada tamu, lalu Rasul menjawab bahwa hokum membeikan jamuan kepada tamu adalah wajib sehari semalam dan bahkan selama 3 hari , dan apabila lewat 3 hari maka anggaplah itu sebagai shadaqah. Dan yang membedakannya dengan hadis yang pertama adalah adanya terdapat syarah hadis didalam kitab tersebut.